BBM Naik, CSR Sasar Keuangan UKM

Di tengah ketidakpastian ekonomi pasca kenaikan BBM, keterlibatan berbagai stakeholders, termasuk perusahaan besar melalui program CSR menjadi sangat penting dalam memperkuat kewirausahaan serta daya saingnya di dalam maupun di luar negri

NERACA

Guna membangun Usaha Kecil dan Menengah ( UKM) sehingga tangguh dan memiliki daya saing tinggi ke depan, Indonesia tidak boleh lengah terhadap kecenderungan yang sedang dan akan terjadi di masa mendatang. Tantangan atau kecenderungan yang saat ini paling besar dihadapi adalah globalisasi, demokratisasi, serta menghindari terjadinya krisis pangan, energi dan dampak resesi dunia menjalar ke perekonomian nasional.

Seperti kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) misalnya. Setelah melakukan kajian mendalam tentang besaran kenaikan harga BBM antara Rp500 – Rp3.000, pada akhirnya terhitung sejak 18 November 2014 lalu pemerintahan Jokowi – JK resmi menetapkan harga BBM bersubsidi Rp 2.000 per liter, sehingga harga premium menjadi Rp 8.500 per liter. Turut naik juga harga solar menjadi Rp 7.500 per liter dari sebelumnya Rp 5.500 per liter.

Melalui kebijakan tersebut negara akan menghemat anggaran hingga Rp9,5 triliun sampai akhir tahun ini, dan Rp140 triliun pada 2015. Kendati demikian, dalam situasi ekonomi masyarakat yang sulit, kenaikan BBM bisa menimbulkan ketidakstabilan dimasyarakat. Harga barang dan jasa mengalami kenaikan disebabkan oleh naiknya biaya produksi sebagai imbas dari naiknya harga bahan bakar. Kenaikan harga barang dan jasa ini menyebabkan tingkat inflasi di Indonesia mengalami kenaikan dan mempersulit perekonomian masyarakat khususnya UKM yang selama ini justru menjadi "bumper" perekonomian Indonesia.

Lantas bagaimana nasib UKM kedepannya?

Lebih dari 114 juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidup dari UKM yang telah terbukti sepanjang sejarah bangsa muncul sebagai motor penggerak dan penyelamat perekonomian Indonesia. UKM mampu menopang sendi-sendi perekonomian bangsa dimasa sulit dan krisis ekonomi. Oleh karena itu, apabila kondisi keuangan UKM rapuh, maka rantai perekonomian akan terputus.

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, mengatakan pertumbuhan sektor UKM di Indonesia memberikan kontribusi terbesar untuk nilai investasi. Dari total investasi sebesar Rp1.065 triliun, sejumlah Rp517 triliun disumbang oleh sektor koperasi dan UKM.

"Karena itu, sektor UKM harus menjadi prioritas penguatan,” ujar dia

Karena peranannya yang sangat strategis dan penting, Indonesia memberikan perhatian khusus bagi perkembangan-perkembangan mereka, termasuk membina lingkungan dengan iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi dan memberikan akses pada sumberdaya produktif dan memperkuat kewirausahaan serta daya saingnya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Untuk memperkuat UKM, salah satu strategi yang penting adalah kemitraan. Untuk membentuk kemitraan-kemitraan ini, peranan pemerintah dan instansi-instansi pendukung lainnya adalah strategis dan penting. Disamping pemerintah, peranan perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan suatu dukungan dan menyisihkan sebagian dari keuntungan bersih mereka guna pengembangan UKM yang dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) juga wajib digalakan. Harapannya, dapat membantu untuk menopang kerangka ekonomi Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

“MEA sudah di depan mata, siap tidak siap harus dihadapi. Pemerintah dan dunia usaha harus bersinergi dengan masyarakat untuk terus menyelenggarakannya," ujar Puspayoga

CSR sebagai salah satu solusi kemitraan dapat memperkuat daya saing UKM. Kemitraan kuat akan mendorong UKM kuat. Dalam kaitan ini, kepedulian perusahaan besar akan memberi manfaat kepada kedua belah pihak. Sudah diakui bahwa perusahaan-perusahaan besar tidak akan tumbuh berkembang dengan baik tanpa dukungan UKM.

Oleh karena itu, UKM dan perusahaan-perusahaan besar harus selalu bekerjasama satu sama lain agar memanfaatkan peluang-peluang demi pertumbuhan dan kemakmuran masyarakat. Pengembangan program kemitraan dengan pola CSR ini dapat dilakukan dalam berbagai pola, seperti community development, peningkatan kapasitas, promosi produk, bahkan perkuatan permodalan bagi Usaha Mikro dan Kecil.

"Keberlanjutan sebuah perusahaan akan terjamin bila mereka mampu memperhatikan dimensi sosial dan lingkungan di sekitarnya. Dan CSR dapat menjadi salah satu penopangnya," kata dia

Related posts