Hunian Mungil, Pilihan Tepat di Lahan Terbatas

Sabtu, 22/11/2014

Harga lahan hunian yang cukup tinggi memang terkadang membuat kita mengurungkan niat untuk membangun sebuah hunian. Tapi tidak perlu khawatir, membangun sebuah hunian tidahlah harus memiliki lahan yang luas. Lahan yang kecil pun bisa kita jadikan hunian yang nyaman. Membangun dan mendesain hunian mungil mungkin menjadi pilihan yang menarik untuk orang-orang yang memiliki lahan yang terbatas.

Namun hunian dengan lahan terbatas bukan berarti hunian yang akan kita buat tidak memiliki kenyamanan, hunian yang mungil mungkin akan lebih nyaman dibandingkan dengan hunian yang megah namun berdesain buruk. Hunian minimalis adalah salah satu hunian yang memiliki konsep hunian yang mungil. Kenyamanan sesungguhnya timbul dari desain dan penataan isi hunian dengan tepat. Penataan interior ataupun eksterior yang tepat menjadi kunci timbulnya kenyamanan didalam hunian kita.

Sudah seharusnya hunian memberikan kenyamanan bagi setiap penghuninya. Nyaman di sini berarti suatu kondisi di mana bentuk bangunan hunian serta fasilitas di dalamnya memadai sehingga penghuninya bisa melakukan aktivitas dan berkegiatan dengan baik. Bagi keluarga dengan ekonomi sedang, memilih hunian mungil menjadi solusi yang tepat akan kebutuhan hunian tinggal. Yang kerap disebut hunian mungil adalah hunian yang memiliki bangunan luas kurang dari 120m2, terdiri dari 2-3 kamar tidur kecil dengan banyak ruang berfungsi ganda serta pembatas ruang yang minimal.

Sebenarnya hunian mungil akan terasa nyaman bila dirancang sesuai selera karakter dan keinginan penghuninya. Tetapi juga harus melihat beberapa aspek seperti aksesoris ruangan, furnitur dan sebagainya. Dengan tata ruang yang baik, maka tempat yang sempit terlihat luas dan hunian menjadi lebih nyaman, fungsional dan efektif.

Hunian mungil banyak bermunculan di kota besar karena dinilai lebih pas untuk kebutuhan masyarakat urban. Selain itu, banyak juga diantaranya yang memilih hunian dengan halaman agar kelak bisa dirombak sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Gaya arsitektural hunian mungil masa kini lebih mengarah ke kontemporer, namun bila kita jeli, banyak pengembang yang mendesain hunian mungil bergaya natural, etnik bahkan klasik.

Menata hunian mungil memiliki keasyikan tersendiri. Hal ini disebabkan karena ruangannya yang terbatas dan minim maka kita dituntut untuk lebih kreatif men-set pernik yang ada agar lebih maksimal. Bukan hanya tata ruang, namun kita juga harus memikirkan bukaan ruang untuk keluar masuknya udara hingga bagaimana setiap ruangan mendapatkan pencahayaan yang baik.

Salah satu kunci untuk merancang atau menata hunian mungil adalah efisiensi ruangan. Hal ini dilakukan agar setiap tempat dapat dimanfaatkan dengan baik dan terencana. Pertimbangan utama adalah memberi prioritas pada ruangan yang dibutuhkan seperti kamar tidur dan kamar mandi. Setelah itu, rencanakan penataan ruang dan furnitur, menghitung jumlah penghuni, menghitung luas ruangan, menggabungkan fungsi ruangan, memanfaatkan ruang terbuang (di bawah tangga, dinding bagian atas), memilih gaya ruang serta warna-warna yang hendak digunakan. Dengan demikian, sekecil apapun hunian, bila tertata dengan baik akan memberikan kenyamanan buat penghuninya.

Karakteristik hunian mungil tak hanya fungsional, efisien dan sesuai dengan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya, tetapi juga harus aman, kokoh, tidak mudah rusak (roboh), mudah perawatannya, hemat, memperhatikan estetika (keindahan), enak dilihat dan enak ditempati. Dari beberapa karakteristik ini, hunian mungil dapat dibedakan menjadi dua, yakni hunian yang sudah dirancang dan direncanakan dengan matang sebagai hunian mungil dan yang kedua adalah, hunian mungil tumbuh.

Hunian yang telah dirancang dengan matang sebagai hunian mungil lebih mempermudah kita untuk penataan interior dan sesuai dengan kebutuhan. Biasanya lahan yang tersedia pada hunian ini sangatlah terbatas sehingga untuk pengembangan selanjutnya juga terbatas. Sementara itu, hunian mungil tumbuh merupakan hunian yang dirancang dan direncanakan bertahap untuk dikembangkan lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan perkembangan jumlah dan aktivitas penghuni, kebutuhan serta efisiensi ruang.