Mencicipi Kuliner Khas Bangka Belitung - Kue-kue, Kopi Hingga Mie Koba

Saat ke Bangka belumlah lengkap rasanya bila belum mencicipi kuliner khas kota Bangka yang susah di temui di tempat lain. Beberapa kuliner yang tidak boleh terlewatkan ialah seperti lempah kuning, mie koba, kemplang dan pempek bakar, martabak acau dan martabak pink kong, roti bakar tung tau, dan kue-kue warung kopi seperti otak-otak, kue wajit, talam ubi, bugis, olen-olen, singkulun, dan kue asin.

Kopi htam saring yang disebut sebagai 'kopi o' hingga teh bercampur susu khas Melayu yang disebut teh tarik, dapat juga kita pesan untuk menemani menu makanan yang paling berselera, yaitu roti panggang yang mereka buat sendiri. Roti berjenis roti kadet disiapkan dengan apik, menghasilkan serat yang kasar namun empuk dengan rasa dan aroma khas.

Ini merupakan salah satu seni kuliner yang menyajikan isi roti beraneka ragam. Roti bakar telur contohnya, adalah roti dengan isi telur. Bila café modern biasa menyediakan telur dadar sebagai isi, maka di sini, telur rebus yang diiris apik menjadi isi yang mantap untuk disantap. Cobalah menu lain seperti roti coklat, keju, wijen, atau selai nanas yang gurih manis.

Di Belitung sudah umum diketahui, bahwa berita apapun akan menjadi besar bila sudah dibicarakan di warung kopi. Tidak heran sumber berita tercepat adalah warung kopi. Muncul kabar yang berputar sekitar kisah kopi di Belitung, bahwa warung kopi di ujung pasar pagi tepi sungai memiliki aroma dan rasa yang tak tertandingi. Didirikan sejak tahun 1945, warung kopi ini tetap kecil namun punya rasa yang melebihi ruangannya.

Tidak hanya kopi saja, kuliner yang satu ini juga wajib dicicipi saat mengunjungi kota ini. Mie koba yang namanya diambil dari salah satu kota di Bangka sebagai tempat asalnya. Mie koba dibuat dari bahan alami oleh Iskandar, orang pertama yang menciptakan racikan kuliner berbahan mie ini. Sebenarnya rasanya ada di godokan bumbu kuah yang mengandung kaldu ikan tenggiri.

Istimewanya, saat menghirup kuah mie koba, rasa tenggiri pun sudah hampir lenyap, dan yang ada ialah cita rasa keseluruhan mie yang gurih dan segar. Mie Koba berkuah gurih dari kaldu tenggiri. Bukannya bakso, mie koba menyuguhkan telur rebus dan kesegaran jeruk kunci yang otentik dirasakan di Bangka.

Kesegaran mie ini bukan berasal dari sambal atau pun irisan daun seledri. Warga Bangka sudah terbiasa membubuhkan jeruk dalam makanan kuah. Jeruk yang dipilih pun bukan jeruk peras biasa. Bila Anda melihat beberapa bulir jeruk di atas meja makan, itulah yang disebut dengan jeruk kunci. Jeruk kunci konon hanya tumbuh di beberapa bagian pulau Sumatera saja, termasuk di Bangka dan Belitung. Jeruk ini dijadikan bagian dari penyedap makanan bagi warga Bangka.

BERITA TERKAIT

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

Ini Dia Kiat Sukses Binis Kuliner - Tingginya Persaingan

Bisnis kuliner menjadi salah satu yang paling menjanjikan dan tak pernah sepi, sehingga wajar saja jika banyak orang melirik bisnis…

KOTA SUKABUMI - Saat Puasa Volume Sampah Meningkat Hingga 16 Ton Perhari

KOTA SUKABUMI Saat Puasa Volume Sampah Meningkat Hingga 16 Ton Perhari NERACA Sukabumi - Selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri,…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Pilihan Tempat Menginap di Bandung

Bandung menjadi "pelarian" bagi warga Jakarta yang ingin liburan sambil merasakan hawa dingin. Di musim libur, seperti Lebaran, Paris van…

Menikmati Wisata Susur Sungai Martapura di Malam Ramadan

Bulan Ramadan bukan berarti menjadi berakhirnya aktivitas petualangan. Warga kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, justru memiliki tren wisata baru yakni…

Wisata Jalur Vulkanik Jadi Berkah dari Gunung Merapi

Pekan kemarin Gunung Merapi kembali menunjukkan statusnya sebagai gunung api teraktif di Indonesia. Gunung yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa…