Indonesia Bebaskan Visa 5 Negara

Sabtu, 22/11/2014

Pemberlakuan bebas visa memang menjadi salah satu alasan berdatangannya para wisatawan, dikutip dari situs Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia menyepakati pemberlakukan bebas visa bagi lima Negara. Pemerintah Indonesia menyetujui pemberlakuan bebas visa bagi lima negara yang merupakan sumber wisatawan paling besar ke Tanah Air.

Negara-negara tersebut adalah: Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Australia. Kesepakatan dirumuskan dalam koordinasi yang diadakan Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo, bersama Menteri Pariwisata, Arief Yahya, di Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Bebas Visa Kunjungan Jangka Pendek ini diharapkan dapat direalisasikan tahun depan. Kelima Negara tersebut dipilih karena memberikan kontribusi yang kuat sebesar 54 persen dari jumlah total wisman di Indonesia. Menurut Indroyono, Indonesia sebelumnya telah membebaskan visa untuk 15 negara, dan pembebasan visa bagi lima Negara berikutnya diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisman.

"Dengan pemberian bebas visa ini, diharapkan kedatangan wisman (wisatawan mancanegara) ke Indonesia akan meningkat sekitar 450 ribu sampai 500 ribu per tahun," kata Indroyono.

Pemberlakukan bebas visa merupakan salah satu upaya meningkatkan kedatangan wisman terkait target 20 juta wisatawan pada 2020. Kebijakan ini akan tetap dijalankan meskipun akan memperkecil pendapatan dari wisman sebanyak US$ 25 per orang. Akan tetapi, 450 ribu wisman yang ditargetkan berkunjung akan membelanjakan uangnya sekira US$ 1.200 per kunjungan, itu berarti sector pariwisata akan meraup devisa sebesar US$ 450 juta.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengakui bahwa kenaikan 500 ribu wisman per tahun memang angka yang cukup tinggi, karena pertumbuhan wisman sejauh ini tidak pernah mencapai 1 juta.

"Angka 500 ribu itu tinggi tapi ini bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan jumlah wisman. Fokus utama kami adalah pelayanan," jelas Arief Yahya.

Lanjut Arief, pelayanan merupakan hal yang paling penting bagi wisman. Jika sebelumnya mereka dibebani prosedur yang rumit untuk mengurus visa, dengan pembebasan visa ini akan ditingkatkan akses pengurusan yang lebih baik dan mudah.

"Jika mereka puas (dengan pelayanan), pendapatan dari sector pariwisata secara otomatis akan bertambah," tambahnya.

Selain pembean visa, dalam rapat koordinasi juga dibahas kemudahan izin kapalyacht.Hal tersebut terutama penyederhanaan izin kapal layar (yacht) interasional yang akan memasuki perairan Indonesia. Isu ini dianggap sebagai salah satu prioritas dalam pariwisata dan kemaritiman. Kemudahan izin melalui sistem online Clearance and Aprroval for Indonesian Territory (CAIT) akan ditingkatkan, sehingga yacht yang masuk ke Indonesia dapat bertambah.

"Dengan kemudahan aksesibilitas dan peningkatan konektivitas, wisata bahari ini akan memberikan peningkatan wisman untuk jangka pendek dan jangka panjang," kata Arief Yahya.