Pembatasan Kredit Mikro Tengah Dikaji

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan tengah mengkaji pembatasan suku bunga kredit, khususnya untuk sektor kredit mikro, yang saat ini dinilai masih relatif tinggi dibandingkan sektor kredit lainnya. “Pembatasan (capping) bunga deposito sudah dilakukan. Untuk (suku bunga) kredit mikro tengah kami sedang teliti rata-rata marjinnya, sehingga kami ingin jalan tengahnya yang baik," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Darmansyah Hadad, di Jakarta, Selasa (18/11).

Dia juga mengakui marjin suku bunga mikro saat ini memang relatif tinggi. Hal tersebut terjadi karena tidak adanya persaingan yang memadai antarbank-bank di dalam negeri yang kemudian dapat merugikan konsumen. "Apakah kita dorong pasar lebih terbuka agar persaingan lebih meningkat, tapi nanti kita lihat satu per satu, termasuk SBDK (suku bunga dasar kredit). Kami juga ingin SBDK lebih dibuka ke masyarakat," ujarnya.

Muliaman menuturkan pada awalnya SDBK dibuat agar bisa menjadi faktor yang menentukan masyarakat memilih antara bank satu dengan bank lain, namun sekarang informasi tersebut dianggap bukan informasi yang penting oleh nasabah.

"Bisa jadi, kita akan mendekatkan pada keterbukannya. Kalau sudah terbuka, masyarakat bisa memilih bank yang mana," kata Muliaman. Dia menambahkan, selama ini memang ada tuntutan untuk membantu perbaikan efisiensi industri perbankan agar dapat meningkatkan daya saing. Suku bunga sendiri terdapat dua komponen yang mempengaruhinya yakni dari sisi makro adalah BI Rate, sedangkan dari sisi mikro berupa efisiensi.

"Bagaimana memperbaikinya (efisiensi) adalah dengan mengurangi margin dan BOPO (rasio biaya operasional atas pendapatan operasional). Artinya rasio biaya dan pendapatan harus ditekan seminimal mungkin sehinga harga jualnya murah," tandas Muliaman.

Sebelumnya, OJK masih mengkaji ketentuan pembatasan bunga kredit mikro perbankan. Kajian itu di antaranya akan menyoroti dampak terhadap persaingan usaha antarbank, dan juga upaya mengurangi beban debitur kredit akibat tingginya marjin yang dinikmati bank.

Dalam kajian regulator, menurut Muliaman, pihaknya juga mempertimbangkan kondisi dan recana bisnis bank. Maka dari itu, dirinya belum dapat memastikan kapan ketentuan pembatasan bunga kredit mikro itu dapat diterapkan. Namun dia memastikan, Otoritas berkomitmen memprioritaskan pembatasan bunga bagi lini kredit mikro yang paling berdampak ke kehidupan masyarakat miskin. [ardi]

Related posts