Daya Saing Perlu Dijaga

Di tengah awal kondisi penetapan harga baru BBM bersubsidi, Indonesia perlu terus menjaga kepercayaan pasar terhadap kredibilitas ekonomi mengingat kita memiliki bukti ketangguhan di saat krisis melanda dunia. Fenomena menuju titik keseimbangan baru merupakan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi negeri ini yang realistis, walau tingkat pertumbuhan tidak mencapai 6%. Kita patut mensyukuri bahwa cepat atau lambat beban subsidi BBM akan semakin berkurang, dan realokasi subsidi beralih dari konsumtif ke produktif.

Sebab, dalam kondisi menuju keseimbangan ekonomi baru, kita perlu komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan politik, mengingat adanya faktor sensitivitas terkait beberapa isu strategis baik di dalam maupun luar negeri. Karena Indonesia sekarang berada dalam satu kurva siklus bisnis dengan ekspansi yang tumbuh cepat. Ini terlihat ketika produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai US$3.500 pada tahun ini.

Hal ini bisa ditunjukkan dengan pesatnya pertumbuhan shopping centre, hypermarket, mal, dan minimarket di berbagai kota, termasuk bisnis online. Kinerja investasi pun terus meningkat. Membaiknya iklim investasi dan iklim berusaha tercermin dari arus langsung investasi (foreign direct investment) dengan indikator antara lain, peningkatan kredit investasi, impor barang modal, dan bahan baku/penolong, serta penjualan semen di dalam negeri.

Data BPS tentang indeks tendensi bisnis juga menunjukkan kecenderungan peningkatan. Namun di tengah optimisme itu, kita perlu mewaspadai praktik dominasi asing menguasai perusahaan lokal dan penguasaan sumber daya alam. Kewaspadaan ini untuk menjaga, bahkan meningkatkan daya saing, yang bermuara pada keterjagaan perekonomian nasional. Kita tak bisa memungkiri kerentanan atau kemungkinan terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi hingga triwulan II-2015.

Karena itu, tahun ini kita perlu lebih meningkatkan daya saing ekonomi guna menghadapi perlambatan perekonomian dunia dan persaingan global yang makin ketat. Perlu mengembangkan potensi besar perekonomian domestik. Ada baiknya pemerintah terus mendorong investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk mendorong produktivitas ekonomi, pemerintah juga harus mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas nasional, ketahanan energi sekaligus pangan.

Peningkatan daya saing nasional juga terkait sektor produksi, terutama industri pertanian, dan pariwisata. Pembangunan industri perlu terus didorong guna mendongkrak nilai tambah berbagai komoditas unggulan dari berbagai wilayah Indonesia, khususnya koridor ekonomi dalam kerangka Nawa Cita. Selanjutnya, penciptaan kesempatan kerja, terutama tenaga kerja usia muda, guna meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Terkait dengan peningkatan daya saing, kita tidak boleh cukup puas hanya dengan memiliki keunggulan komparatif. Namun secara bertahap kita harus melakukan transformasi dengan cara mengubah keunggulan komparatif itu menjadi keunggulan kompetitif.

Adalah rasional, jika kebijakan akselerasi industrialisasi bertujuan menumbuhkan industri berbasis hasil tambang, industri pengolah hasil pertanian, industri berbasis SDM (padat karya) dan penyedia kebutuhan pasar domestik, serta mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) yang kuat, sehat, dan mandiri. Semoga!

BERITA TERKAIT

Spekulan Perlu Antisipasi Penurunan IHSG

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda mengatakan, yang perlu mengantisipasi penurunan indeks harga…

Kredit Pendidikan Perlu Pendampingan Usaha

    NERACA   Jakarta - Pakar Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Wuryadi mengharapkan pemerintah memberikan fasilitas pendampingan usaha bagi mahasiswa…

Efektivitas Impor Pangan Perlu Dievaluasi

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan berbagai kebijakan terkait mekanisme impor pangan yang tidak efektif agar…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Infrastruktur Tumpuan Ekonomi RI

Melihat pengalaman di sejumlah negara yang berkembang pesat, pembuat kebijakan memahami bahwa pembangunan yang sukses memerlukan komitmen selama beberapa dekade…

Pangkas Ekonomi Perizinan!

  Kalangan pengusaha seringkali menghadapi kendala dalam kegiatan usahanya. Salah satu diantaranya adalah masalah perizinan atau regulasi. Regulasi yang jumlahnya…

Ekonomi Lambat Akibat Perilaku Birokrat?

Ketika membaca data surplus neraca perdagangan semakin membaik, cadangan devisa negara mencapai US$130 miliar, kemudahan bisnis dan berinvestasi (ease of…