Dukungan Telkomsel Untuk Kreasi Aplikasi

Membangun Ekosistem Digital

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta – Menyadari besarnya keuntungan bisnis digital service seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri seluler dan perubahan gaya hidup masyarakat yang ingin hidup praktis dan mobile menjadi alasan bagi Telkomsel untuk terus agresif menggenjot bisnis digital service dan bahkan siap menghadapi persaingan era digital dengan membangun infrastruktur ekosistem digital yang lebih mapan.

Salah satu yang dilakukan perseroan, guna mendukung perkembangan ekosistem dengan bacaan digital di tanah air lewat bacabaca. Program ini merupakan kampanye Telkomsel yang menjembatani pelanggan, praktisi bacaan cetak maupun digital, dan penulis untuk dapat memperoleh ekosistem bisnis yang mendidik dan memasyarakatkan minat membaca terutama dalam bacaan digital,”Pertumbuhan smartphones dan Internet tiap tahunnya akan mendorong minat masyarakat terhadap bacaan digital di masa mendatang. Untuk memenuhi kebutuhan ini, BacaBaca akan memberikan user experience yang mampu memfasilitasi pelanggan untuk membaca bacaan digital sebagai bagian dari digital lifestyle, “kata General Manager Mobile News and Directory Telkomsel, Aris Sudewo.

Saat ini Telkomsel lewat BacaBaca telah menjalin kerjasama dengan aplikasi Indobooks. Selain itu kerjasama juga dilakukan dengan Qbaca yang memiliki total 1447 judul bacaan digital. Saat ini kedua aplikasi tersebut sudah terintegrasi dengan billing system Telkomsel khususnya untuk handset Android, sehingga pengguna Telkomsel dapat membeli, mengunduh dan membaca isi konten bacaan digital dengan mudah dan murah dibandingkan dengan versi cetak.

Direktur Utama Telkomsel, Alex J. Sinaga menegaskan, kesiapan perseroan menghadapi era digital juga dibuktikan dengan komitmen Telkomsel untuk menjadi layanan mobile digital lifestyle kelas dunia,”Selama tahun 2013 pertumbuhan layanan data broadband dan digital services mencapai angka diatas 30%. Hal ini merupakan wujud sambutan yang positif masyarakat atas layanan digital Telkomsel dan sekaligus menunjukkan bahwa masa depan ada di industri digital,”ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, Telkomsel fokus membangun ekosistem DNA (Device, Network & Application) tanah air untuk mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia. Hingga kini Telkomsel terus menghadirkan jaringan di seluruh Indonesia sampai ke pelosok termasuk membangun 300 Broadband City, mendorong kehadiran smartphone yang terjangkau dan penyediaan aplikasi yang relevan bagi masyarakat.

Untuk mempercepat proses terbentuknya ekosistem digital tanah air, tahun lalu Telkomsel memperkenalkan Telkomsel Application Developer (Teman Dev) dimana fungsi utamanya adalah menggandeng developer muda Indonesia untuk bersama-sama memperkenalkan aplikasi lokal karya anak negeri.

Developer Lokal

Dukungan Telkomsel terhadap pengembangan industri digital juga dibuktikan dengan menggandeng para developer lokal untuk memfasilitasi para anak muda untuk berkreasi dan mendukung guna mendorong ekonomi kreatif pada segmen aplikasi. Bersama Samsung, Telkomsel terus memperkuat kemitraan program yang sudah di jalin dulu bersama Sing Tel Group di tingkat regional, “Kali ini, Telkomsel dan Samsung menyelenggarakan program Indonesia Next Apps untuk mendorong pertumbuhan ekosistem aplikasi di Indonesia," kata Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Marina Kacaribu.

Program untuk mendapatkan developer-developer inovatif itu sudah berjalan sejak pertengahan tahun ini. Keduanya pun telah mendapatkan pemenang kompetisi yang periode pendaftarannya dibuka selama Juli-Agustus lalu,”Kerjasama ini sebagai upaya mendukung developer lokal agar bisa lebih terekspos dan bisa membantu mereka mempercepat pengembangan brand untuk mendapatkan akses, tidak hanya di Indonesia, tapi juga ke tingkat regional,”ujarnya.

Aplikasi startup yang terpilih dalam program Indonesia Next Apps ini akan memiliki kesempatan dipasarkan oleh SingTel (Singapura), Optus (Australia), AIS (Thailand), Globe Telecom (Filipina), dan Telkomsel (Indonesia), di pasar masing-masing.

Menurut Director Samsung R&D Institute Indonesia, Andy Djiwandono, pihaknya menyakini bahwa Indonesia memiliki banyak ide cerdas. Terbukti, Indonesia Next Apps selama satu bulan telah sukses menjaring 147 aplikasi dari 90 developer lokal,”Para finalis juga kami undang untuk mempresentasikan secara langsung aplikasi mereka. Selain itu kami juga membicarakan tentang fitur dan kelengkapannya, termasuk bagaimana penggunaan dan bisnis modelnya nanti," kata Andy. (bani)