Saham Indofarma Dalam Pengawasan BEI

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta – Lantaran telah terjadi penigkatan harga saham di luar kewajaran dibanding priode sebelumnya atau unusual market activity (UMA), menjadi alasan bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Indofarma Tbk (INAF) dalam pengawasan pihak BEI. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/11).

PH Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron mengungkapkan, transaksi saham INAF bergerak tidak wajar sehingga terjadi peningkatan harga, sehingga saham INAF dalam daftar UMA. Dia telah meminta konfirmasi kepada perseroan dengan mengirimkan surat pada 5 November 2014.

Kata Zakky, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Disamping itu, dirinya juga mengimbau para investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat maupun prospek peringkat PT Indofarma Tbk (INAF). Peringkat perusahaan farmasi plat merah tersebut dan medium term notes (MTN) I/2012 dipangkas menjadi idBB+ dari sebelumnya idBBB-. Pefindo juga menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.

Analis Pefindo, Anies Setyaningrum pernah bilang, peringkat itu mencerminkan risiko pembiayaan kembali yang signifikan terhadap MTN, yang akan jatuh tempo pada 20 Desember tahun ini. Sementara hingga kini, masih terdapat ketidakpastian dalam persiapan pembayaran MTN yang akan jatuh tempo, sedangkan kinerja keuangan perseroan masih dalam proses pemulihan,”Kami berpendapat bahwa INAF masih memiliki kapasitas terbatas untuk membayar MTN yang akan jatuh tempo dengan dana internal," kata dia.

Untuk membayar MTN tersebut, perseroan berencana melakukan aksi korporasi. Salah satu rencana aksi korporasi dijadwalkan akan selesai pada pertengahan bulan ini dan dana akan diperoleh paling lambat sebulan sebelum jatuh tempo MTN. Karena itu, dia menuturkan, Pefindo akan terus mengawasi perkembangan perusahaan farmasi milik negera tersebut atas aksi korporasi yang dilakukan.

Adapun peringkat yang diberikan Pefindo mencerminkan potensi pertumbuhan segmen obat generik dan posisi pasar INAF yang kuat. Namun, peringkat dibatasi menurunnya marjin keuntungan yang menyebabkan proteksi arus kas yang lemah, likuiditas ketat dan risiko fluktuasi harga bahan baku. (bani)