Saham Indofarma Dalam Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Lantaran telah terjadi penigkatan harga saham di luar kewajaran dibanding priode sebelumnya atau unusual market activity (UMA), menjadi alasan bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Indofarma Tbk (INAF) dalam pengawasan pihak BEI. Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/11).

PH Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Zakky Ghufron mengungkapkan, transaksi saham INAF bergerak tidak wajar sehingga terjadi peningkatan harga, sehingga saham INAF dalam daftar UMA. Dia telah meminta konfirmasi kepada perseroan dengan mengirimkan surat pada 5 November 2014.

Kata Zakky, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi bursa, serta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Disamping itu, dirinya juga mengimbau para investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.

Sebelumnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memangkas peringkat maupun prospek peringkat PT Indofarma Tbk (INAF). Peringkat perusahaan farmasi plat merah tersebut dan medium term notes (MTN) I/2012 dipangkas menjadi idBB+ dari sebelumnya idBBB-. Pefindo juga menempatkan peringkat perusahaan pada credit watch dengan implikasi negatif.

Analis Pefindo, Anies Setyaningrum pernah bilang, peringkat itu mencerminkan risiko pembiayaan kembali yang signifikan terhadap MTN, yang akan jatuh tempo pada 20 Desember tahun ini. Sementara hingga kini, masih terdapat ketidakpastian dalam persiapan pembayaran MTN yang akan jatuh tempo, sedangkan kinerja keuangan perseroan masih dalam proses pemulihan,”Kami berpendapat bahwa INAF masih memiliki kapasitas terbatas untuk membayar MTN yang akan jatuh tempo dengan dana internal," kata dia.

Untuk membayar MTN tersebut, perseroan berencana melakukan aksi korporasi. Salah satu rencana aksi korporasi dijadwalkan akan selesai pada pertengahan bulan ini dan dana akan diperoleh paling lambat sebulan sebelum jatuh tempo MTN. Karena itu, dia menuturkan, Pefindo akan terus mengawasi perkembangan perusahaan farmasi milik negera tersebut atas aksi korporasi yang dilakukan.

Adapun peringkat yang diberikan Pefindo mencerminkan potensi pertumbuhan segmen obat generik dan posisi pasar INAF yang kuat. Namun, peringkat dibatasi menurunnya marjin keuntungan yang menyebabkan proteksi arus kas yang lemah, likuiditas ketat dan risiko fluktuasi harga bahan baku. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…