Euforia BBM Naik, Direspon Positif Pasar

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta - Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi langsung disambut positif dari pelaku pasar modal, sehingga membawa laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (18/11) dibuka menguat hingga penutupan perdagangan saham.

Mengakhiri perdagangan saham, indeks BEI ditutup menguat 48,526 poin (0,96%) ke level 5.102,469. Sementara Indeks LQ45 menanjak 9,368 poin (1,08%) ke level 876,586,”IHSG BEI bergerak menguat menembus 5.100 di tengah euforia kenaikan harga BBM bersubsidi," ujar analis Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya di Jakarta, Selasa (18/11).

Dia mengharapkan hasil pengurangan subsidi BBM itu dapat dialihkan ke sektor yang lebih produktif sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Setelah kenaikan BBM ini, lanjutnya, pasar akan mencermati sektor-sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan pertanian.

Di sisi lain, berlanjutnya dana investor asing yang masuk ke pasar saham domestik menambah sentimen positif bagi laju indeks BEI pada Selasa ini. Dalam data perdagangan saham di BEI, tercatat investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp243,68 miliar.

Secara teknikal, dia mengatakan euforia kenaikan harga BBM itu diperkirakan memicu pergerakan IHSG BEI untuk keluar dari fase konsolidasi sehingga potensi kenaikan masih dapat berlanjut. Sementara itu, analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan bahwa sebagian pelaku pasar saham menilai kenaikan harga BBM belum maksimal dan membuka ruang kenaikan lagi pada tahun depan,”Sebagian pelaku pasar berharap besaran kenaikan Rp3.000 per liter. Kondisi itu dapat menahan laju indeks BEI ke depan,”paparnya.

Perdagangan kemarin, seluruh indeks sektoral akhirnya berhasil menguat sore hari. Sektor yang naik paling tinggi adalah industri dasar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 249.677 kali dengan volume 6,306 miliar lembar saham senilai Rp 5,309 triliun. Sebanyak 192 saham naik, 111 turun, dan 78 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.225 ke Rp 62.425, Unilever (UNVR) naik Rp 550 ke Rp 31.600, Asahimas (AMFG) naik Rp 500 ke Rp 7.500, dan Multi Prima (PLIN) naik Rp 350 ke Rp 2.550. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 9.100 ke Rp 169.900, Adira Finance (ADMF) turun Rp 200 ke Rp 7.450, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 8.000, dan Saratoga (SRTG) turun Rp 175 ke Rp 4.825.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 20,301 poin (0,40%) ke level 5.074,244. Sementara Indeks LQ45 bertambah 4,955 poin (0,57%) ke level 872,173. Delapan sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor konsumer. Dua sektor terkena aksi ambil untung, yaitu sektor tambang dan infrastruktur.

Pelaku pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur yang dipimpin oleh Gubernur BI Agus DW Martowardjo. Diperkirakan BI akan menaikan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang sekarang berada di level 7,5%. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 142.497 kali dengan volume 2,768 miliar lembar saham senilai Rp 2,695 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 111 turun, dan 72 saham stagnan.

Bursa-bursa regional masih bergerak mixed hingga siang hari. Rencana stimulus di Jepang dan Uni Eropa menjadi katalis pendorong aksi beli pelaku pasar Asia. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.825 ke Rp 62.025, Unilever (UNVR) naik Rp 500 ke Rp 31.550, Mayora (MYOR) naik Rp 175 ke Rp 25.875, dan BCA (BBCA) naik Rp 175 ke Rp 13.075. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 22.900 ke Rp 156.100, Golden Energy (GEMS) turun Rp 440 ke Rp 1.510, Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 200 ke Rp 2.100, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 8.000.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka menguat 23,16 poin atau 0,46% ke posisi 5.077,10. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik 5,82 poin atau 0,67% ke posisi 873,04. Kepala Riset Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, IHSG BEI melanjutkan kenaikannya seiring dengan adanya katalis positif dari dalam negeri yakni kenaikan harga bahan bakar minyak subsidi.

Menurut dia, kenaikan BBM itu akan banyak sektor yang mendapatkan dampak positif seiring dengan rencana pemerintah yang akan mengalihkan subsidi ke sektor yang lebih produktif seperti infrastruktur, perlindungan kesejehteraan masyarakat dan pembangunan pembangkit listrik.

Sentimen dari dalam negeri lainnya, dia menambahkan bahwa berkenaan dengan kondisi politik di dalam negeri yang cukup kondusif. Selama ini, kondisi politik cukup memberi kekhawatiran pelaku pasar. Pemerintah resmi menaikan harga BBM subsidi sebesar Rp2.000 per liter, sehingga BBM jenis premium naik dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter. Sementara jenis solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter, yang berlaku Selasa (18/11).

Sementara sentimen dari eksternal, lanjut Alfiansyah, menguatnya bursa saham di Amerika Serikat menambah akumulasi sentimen positif bagi pasar saham Indonesia pada Selasa ini. Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka melemah 21,72 poin (0,09%) ke 23.775,36, indeks Nikkei naik 291,51 poin (1,72%) ke 17.265,31, dan Straits Times menguat 14,86 poin (0,45%) ke posisi 3.303,24. (bani)