Menperin Petakan Problem dan Geliat Sektor Industri

Kunjungi 4 Objek Dunia Usaha di Semarang

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Semarang – Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan kunjungan kerja ke objek-objek industri di Jawa Tengah selama dua hari, 18–19 November 2014. Pada hari pertama di Semarang, Menperin membuka pelatihan sumber daya manusia (SDM) siap kerja di bidang garmen di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Semarang, meninjau CV. Mebel Internasional (furniture), meresmikan pabrik PT Kubota Indonesia (mesin diesel), dan meninjau Perusahaan Batik Semarang 16. Hal itu terungkap dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada Neraca, Selasa (18/11).

Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memetakan permasalahan dan perkembangan sektor industri. Dalam sambutan pembukaan pelatihan SDM industri di BPSDM Semarang, Menperin mengatakan, industri TPT merupakan salah satu industri prioritas karena kontribusinya cukup besar dalam perekonomian nasional melalui penyediaan lapangan kerja dan perolehan devisa ekspor. Oleh karena itu, pelatihan yang diikuti 700 peserta tersebut dinilai penting untuk mendukung ketersediaan SDM yang diperlukan industri TPT khususnya bidang garmen.

Selama periode tahun 2013 produk TPT memberikan kontribusi nilai ekspor sebesar USD 12,67 milyar atau meningkat 1,77% dibanding tahun sebelumnya. Total ekspor produk TPT tersebut setara dengan 11,21% dari total ekspor non migas. Sementara nilai investasi industri TPT sampai dengan triwulan III tahun 2014 sebesar Rp. 4,6 triliun (PMA dan PMDN).

Kementerian Perindustrian telah melakukan berbagai upaya dalam pengembangan industri TPT hulu maupun hilir, antara lain melalui Program Restrukturisasi Permesinan Industri Tekstil dan Produk Tekstil yang telah berjalan sejak tahun 2007. Program tersebut menjadi kebijakan prioritas Kementerian Perindustrian dengan memberikan potongan harga dan subsidi bunga bagi perusahaan TPT yang akan melakukan peremajaan mesin dan peralatannya.

Setelah dilakukan program restrukturisasi mesin pada Industri TPT sejak tahun 2007 sampai 2012, telah terjadi peningkatan investasi sebesar Rp. 9,9 Triliun, penyerapan tenaga kerja sebesar 194.000 orang, peningkatan produksi sebesar 15–34%, penurunan konsumsi energi sebesar 5–9% serta terjadi pula peningkatan produktivitas sebesar 6–10%.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin didampingi Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari dan Dirjen IKM Euis Saedah.

Sementara itu, dalam kunjungan ke CV. Mebel Internasional (furniture), Menperin meninjau proses produksi furniture yang keseluruhan produksinya akan diekspor. Di samping itu, Menperin juga mengadakan dialog dengan jajaran direksi perusahaan yang meminta agar pemberlakuan SVLK diterapkan secara bertahap, yang diawali dengan pengurusan legalitas kayu untuk industri furniture. Dalam kesempatan tersebut, Menperin menyatakan akan mengkoordinasikan pihak-pihak terkait agar pemberlakuan SVLK tidak membebani sektor industri dengan tetap menjaga agar tidak terjadi illegal logging. Dalam kesempatan tersebut, Menperin didampingi Dirjen Industri Agro Panggah Susanto dan Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari.

Selanjutnya, dalam kunjungannya di PT Kubota Indonesia, Menperin memberikan apresiasi kepada jajaran direksi perusahaan yang telah mendukung pengembangan industri alat mesin pertanian (alsintan) yang pasarnya terbuka luas baik domestik maupun ekspor. Menperin juga meminta agar Kubota meningkatkan kandungan lokal sehingga dapat memberikan ruang bagi tumbuhnya industri penunjang dalam negeri. Dalam kesempatan tersebut, Menperin didampingi Plt. Dirjen IUBTT Panggah Susanto dan Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari.

Mengakhiri kunjungan kerja hari pertama di Semarang, Menperin meninjau Perusahaan Batik Semarang 16 didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah, Euis Saedah serta Sekjen Kemenperin Ansari Bukhari. Pada kesempatan tersebut, Menperin melakukan dialog dengan pelaku usaha yang meminta agar pemerintah memfasilitasi kegiatan promosi baik di dalam maupun luar negeri serta penyediaan SDM di bidang batik yang dirasakan masih sangat terbatas.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin akan memberikan bantuan berupa perlatan membatik, diantaranya kompor listrik untuk menghemat energi serta memberi bantuan pelatihan dan peralatan cap batik. Kemenperin juga akan bekerjasama dengan Disperindag Kota Semarang untuk menyelenggarakan lomba desain batik.

Diinformasikan bahwa, kunjungan kerja Menperin pada hari kedua, Rabu (19/11) dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke industri rokok PT Djarum, industri furniture PT Kudos, dan industri kertas PT Pura Barutama di Kudus.