BBM Naik, Kinerja Astra Otoparts Masih Solid

NERACA

Bogor – Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mendapatkan pro dan kontra dari masyarakat lantaran dampak dari multiplayer effectnya terhadap kenaikan harga barang dan termasuk cost produksi. Namun kebijakan ini, direspon dingin PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) lantaran dampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perseroan.

Direktur PT Astra Otoparts Tbk Djangkep Budi Santoso mengatakan, karena perseroan sudah tidak lagi menggunakan BBM bersubsidi, melainkan menggunakan BBM untuk industri. Maka kenaikan BBM tidak memberikan dampak yang berarti,”BBM secara umum pabrik tidak pakai BBM subsisdi. Kita sudah pakai BBM industri. Dampak langsung tidak besar,”ujarnya di Bogor, kemarin.

Lebih lanjut, Djangkep menuturkan biaya produksi perseroan lebih besar dipengaruhi oleh biaya impor komponen serta kenaikan upah minimum pekerja (UMP)."Kenaikan harga BBM, dari pengalaman kami selama ini, kinerja kami lebih banyak dipengaruhi masalah impor komponen yang memakan 60-70% biaya produksi dan kenaikan signifikan UMP. BBM ada pengaruhnya, tapi kecil," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah baru saja memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp 2.000 per liter sehingga harga BBM bersubsidi jenis premium menjadi sebesar Rp 8.500 per liter dari Rp 6.500 per liter. Sedangkan, BBM bersubsidi jenis solar menjadi Rp 7.500 per liter dari Rp 5.500 per liter.

Asal tahu saja, perseroan tengah membangun pabrik baru guna memperbesar kapasitas produksi. Disebutkan, perseroan memperkirakan pabrik baru di Subang, Jawa Barat akan mulai beroperasi pertengahan tahun 2015. Direktur Otoparts Robby Sani pernah bilang, saat ini pembangunan pabrik yang berlokasi di Subang masih berlangsung.

Perseroan memang saat ini tengah menyelesaikan pembangunan beberapa pabrik yang diresmikan pada 2013. Salah satunya yang bekerja sama dengan perusahaan asal Italia, PT Evoluzione Tyres,”Kebetulan minggu lalu baru dapat kunjungan dari Italia. Pembangunan pabrik masih berlangsung dan sesuai jadwal, pertengahan 2015 mass production akan dimulai,”ujarnya.

Menurutnya, selain pabrik di Subang tersebut, Otoparts telah selesai melakukan pembangunan pabrik dari PT GS Battery di Semarang. Uji coba produksi telah dilakukan pada Juni 2014. Selain itu pembangunan pabrik ketiga PT Denso Indonesia telah selesai pada Maret. Sejak April 2014, pabrik ketiga milik Denso ini telah beroperasi dan rencananya akan diresmikan pada 2015.

Kemudian dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja PT Astra Otoparts Tbk. Pasalnya, dampak melemahnya rupiah, laba perseroan pun tercatat mengalami penurunan di tahun 2013 sebesar 6,7%. Dimana perolehan laba tersebut menjadi Rp1,058 triliun dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,135 triliun. Kendati laba turun, namun pendapatan bersih perseroan masih naik menjadi Rp10,701 triliun pada periode Desember 2013 dibandingkan dengan periode sama tahun 2012 sebesar Rp8,277 triliun. (sahlan)

BERITA TERKAIT

Penjualan Truk Fuso Naik 28,2 Persen di Kuartal I 2018

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan selama kuartal…

Ini Syarat UKM Bisa Naik Kelas

Ini Syarat UKM Bisa Naik Kelas NERACA  Jakarta - Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra, Henry C. Widjaja mengatakan sektor…

Suku Bunga Naik Picu Maraknya Pendanaan Pasar Modal

NERACA Jakarta – Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…