Pemerintah Harus Pertegas Soal Regulasi

Integrasi Pasar Modal ASEAN

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta – Menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, rupanya tidak hanya dituntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang handal dalam menyambut integrasi pasar modal atau bursa se-Asia Tenggara, tetapi juga dukungan peraturan atau regulasi.

Kata Chief Country Officer Citi Indonesia, Tigor M Siahaan, integrasi pasar modal harus didukung dengan regulasi yang jelas,”Investor sekarang ini biarpun tidak difasilitasi mereka bisa mencari jalan sendiri, jadi lebih baik kalau dibuat regulasi yang jelas,”ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11).

Dia menyebutkan, dengan rambu-rambu yang jelas maka kalau ada investor dari dalam negeri mau berinvestasi keluar ataupun investor asing mau investasu ke dalam negeri, itu rambu-rambunya jelas. Menurut dia, regulasi tersebut juga akan mengatur proses investasi dan kebijakan dalam pasar modal Indonesia,”Proses investasi itu nanti diatur oleh peraturan atau regulasi-regulasi yang akurat dan akuntabel,”paparnya.

Regulasi investasi itu, katanya, diharapkan dapat memberikan kemudahan investasi baik dalam maupun luar negeri sehingga menguntungkan pihak Indonesia dan negara-negara lain yang tergabung dalam ASEAN (The Association of Southeast Asian Nations) atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara.

Dia menambahkan, peraturan itu penting sehingga jika terjadi penyimpangan saat bekerja sama dengan investor asing dapat diproses melalui jalur hukum,”Penanganan itu nantinya apakah antar institusi, ataukah investor kita bisa langsung memberikan komplain terhadap regulator di luar negeri, atau bagaimana. Itu semuanya harus diatur, bukan hanya di kita tetapi bagaimana dengan regulasinya untuk seluruh ASEAN,”tandasnya.

Kemudian agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi investor asing, tentunya peran investor lokal perlu digalakkan dengan meningkatkan edukasi dan sosialisasi pasar modal. Director of Investor Sales Head PT Citibank Indonesia, I Made Budhi P. Artha menegaskan, pemerintah perlu memberikan edukasi terkait investasi untuk menambah wawasan masyarakat memasuki arus perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 dan meningkatkan keterlibatan investor lokal dalam pasar modal, “Yang penting satu edukasi. Pasalnya, semakin kita membuat masyarakat sadar dengan dunia investasi itu, maka dengan sendirinya akan muncul lebih banyak investor lokal,”ungkapnya.

Menurut dia pemahaman masyarakat tentang kepentingan dan keuntungan berinvestasi belum merata dan masih minim di seluruh wilayah Indonesia terutama masyarakat di pedesaan. Sebut saja, kesadaran masyarakat tentang investasi asuransi atau invest insurance masih kecil dengan penetrasi masih 2,3%.

Dia juga mengatakan, pemahaman masyarakat tentang manajemen aset masih di bawah lima persen, sementar sebanyak 46% masyarakat Indonesia berada pada kelas ekonomi menengah (middle class). Dengan angka tersebut, masyarakat seharusnya sudah mulai merambah dunia investasi. (bani)