Solusi Tunas Pratama Rights Issue Rp 2,6 Triliun

Kharisma Putra Jadi Standby Buyer

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta – PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) II dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Nilai rights issue mencapai Rp 2,6 triliun. Rencananya, perseroan bakal menerbitkan sebanyak 381,2 juta saham baru atau setara 32,4% dari modal ditempatkan dan disetor.

Adapun harga penawaran sebesar Rp 7.000 per saham. Dalam pelaksanaan rights issue, PT Kharisma Putra Prima akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer). Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/11).

Perseroan mengatakan, Cahaya Anugerah Nusantara Holdings Limited sebagai pemegang saham utama telah menyatakan kesanggupan untuk membeli seluruh sajam yang menjadi haknya. Sementara itu, PT Kharisma Indah Ekaprima selaku pemegang saham pengendali akan mengambil hingga 66 juta saham yang diterbitkan perseroan.

Nantinya, penyerapan saham oleh Kharisma Indah dilakukan sebagai pelunasan utang sebagaimana kesepakatan Repayment Notice tanggal 14 November 2014. Nilai utang pokok yang akan dibayar dengan saham perseroan sebesar Rp 462,5 miliar. Lebih jauh, manajemen mengungkapkan, sekitar 80% atau Rp 1,7 triliun dari hasil bersih rights issue akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman sejumlah bank. Sementara itu, sisa Rp 440,5 miliar atau 20% akan digunakan untuk modal kerja.

Baru-baru ini, Solusi Tunas sepakat untuk mengakuisisi 3.500 menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk (EXCL). Nilai akuisisi mencapai Rp 5,6 triliun. Dalam transaksi penjualan menara tersebut, XL dan Solusi Tunas telah menandatangani perjanjian pembelian aset (asset purchase agreement). Pembayaran transaksi seluruhnya dalam bentuk tunai tanpa pembayaran lain dalam bentuk saham atau komponen lain yang ditangguhkan.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Solusi Tunas Juliawati Gunawan pernah mengatakan, seluruh dana pembelian menara telekomunikasi XL berasal dari pinjaman perbankan. Dengan aksi akuisisi menara tersebut, jumlah menara Solusi Tunas akan mendekati 7.000 menara pada akhir tahun ini.

Perseroan memperkirakan setelah selesainya proses akuisisi menara pada akhir 2014, pendapatan perseroan bisa bertumbuh lebih dari 80%. Sementara untuk laba bersih akan bertumbuh seiring dengan kenaikan pendapatan,“Akuisisi menara ini termasuk akuisisi penyewa menara XL. Untuk jangka panjang, kami akan memiliki jumlah portofolio menara yang semakin kuat dan berkualitas dan mengokohkan kami sebagai tiga besar penyedia infratruktur menara independen di Indonesia,”ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2014, pendapatan Solusi Tunas paling besar disumbang oleh pendapatan sewa dari XL. Sepanjang semester I-2014, Solusi Tunas meraup pendapatan sebesar Rp 511 miliar, naik 36,05 persen dibandingkan posisi sama tahun lalu sebesar Rp 375,58 miliar. XL berkontribusi sebesar Rp 140,57 miliar. Selanjutnya, PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) yang berkontribusi terhadap pendapatan sewa sebesar Rp 81,48 miliar, Telkomsel Rp 66,73 miliar, dan sisanya operator lain. (bani)