Bekasi Fajar Terbitkan Obligasi Rp 1,26 Triliun

Rabu, 19/11/2014

NERACA

Jakarta – Guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) melalui anak perusahaannya, Bekasi Fajar International Pte Ltd akan menerbitkan surat utang (obligasi) di luar negeri. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (18/11).

Direktur Utama BEST Hungkang Sutedja mengatakan, obligasi tersebut akan diterbitkan dalam denominasi dolar Singapura dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya 135 juta dolar Singapura atau setara Rp1,26 triliun (kurs Rp9.365),”Surat utang ini rencananya akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading Limited," kata dia.

Kendati demikian, ketentuan pasti atas jumlah pokok, bunga dan ketentuan surat utang itu akan ditetapkan kemudian dan dengan mengacu hasil harga, yang berpatokan pada ketentuan Regulation S dari US Securities Act of 1922 yang diperbarui.

Perseroan dan anak perusahaanya akan menanggung pembayaran kembali atas obligasi dan akan menandatangani perjanjian penanggungan perusahaan (corporate guarantee). Dalam aksi korporasi ini, perseroan dan anak usahanya telah menunjuk Citigroup Global Markets Singapore Pte Ltd dan UBS AG cabang Singapura sebagai joint lead managers dan bookrunners.

Berdasarkan analisa perseroan, rencana penerbitan obligasi itu memiliki nilai tambah lebih dari 20% ekuitas perusahaan, namun kurang dari 50% ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan kosolidasi semester I tahun ini.

Pada sembilan bulan pertama tahun ini, PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk mengalami penurunan pendapatan dibanding dengan periode serupa tahun sebelumnya. Disebutkan, pendapat perseroan sampai dengan September 2014 turun sekitar 36,47% menjadi Rp496,47 miliar dari sebelumnya mencapai Rp781,50 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini tentunya berimbas pada perolehan laba perseroan, dimana pada akhir September 2014 perseroan hanya membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk sebesar Rp278,95 miliar, atau anjlok dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp477,10 miliar.

Anjloknya perolehan laba perseroan selain dipengaruhi oleh turunnya pendapatan, juga dipengaruhi oleh meningkatnya beban operasi. Tercatat hingga September 2014 beban operasi perseroan meningkat sekitar 12,81% menjadi Rp53,38 miliar dari sebelumnya Rp47,32 miliar.

Sementara itu, liabilitas perseroan sampai dengan akhir September 2014 tercatat turun menjadi Rp847,99 miliar dibanding sebelumnya Rp1,19 triliun pada akhir tahun 2013. Sedangkan total aset sampai dengan akhir September 2014 naik menjadi Rp3,59 triliun dari sebelumnya Rp3,40 triliun di akhir tahun 2013. (bani)