Memacu Daya Saing Lewat Industri Digital - Telkomsel Bantu Developer Lokal

NERACA

Jakarta – Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan pengguna internet terbesar di dunia atau kini berada di peringkat 8 dunia. Dimana menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), saat ini pengguna internet di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, yakni mencapai 82 juta orang di triwulan pertama tahun 2014. Bahkan anggka ini terus tumbuh seiring dengan tingginya pengguna smartphone di Indonesia yang diklaim menempati urutan ke lima di dunia.

Tentunya kondisi ini menjadi gaya hidup masyarakat yang ingin mendapatkan layanan yang cepat, efisien dan praktis. Maka tak ayal di era digitial saat ini, kondisi geografos dan demografis yang ada saat ini membuat Indonesia menjadi negara yang memiliki potensial untuk bisnis dan investasi digital. Namun ironisnya, kondisi ini belum didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Kata Country Manager MasterCard Indonesia, Irni Palar, Indonesia bersama Rusia, Nigeria, Mesir, dan Kenya dianggap masih memiliki ketidakstabilan kelembagaan dan kurang komitmen mereformasi digital,”Tetapi dengan kondisi geografis dan demografis yang ada membuat negara ini dianggap sangat potensial untuk bisnis dan investasi,”ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan Indeks Evolusi Digital Indonesia dalam lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup baik dalam mendukung kegiatan jutaan pengguna internet domestik. Disebutkan, indeks ekonomi digital mengukur tingkat transformasi kegiatan ekonomi yang berkembang dari kegiatan konvensional ke aktivitas digital.

Pada Indeks Evolusi Digital 2014, lanjutnya, Indonesia masuk kedalam zona negara Watch Out atau negara dengan peluang dan tantangan yang cukup besar. Tentunya, hal ini diperlukan terobosan dan inovasi untuk membuat pertumbuhan negara-negara yang ada di zona ini untuk tumbuh lebih jauh dan terus berkembang.

Ketua Komite Tetap Bidang Telekomunikasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Johnny Swandi Sjam pernah bilang, Indonesia belum bisa memaksimalkan potensi industri kreatif digital sebagai salah satu enabler yang mendorong pertumbuhan enonomi. Pasalnya, industri ini belum dikemas secara baik agar bisa dimonetisasi secara maksimal,”Industri kreatif digital di Indonesia belum menonjol. Ini karena belum dipasarkan dan dimonetisasi dengan maksimal. Padahal, Indonesia punya potensi yang besar untuk bermain di industri kreatif digital karena banyak menghasilkan konten kreatif dan pasar yang besar,”ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah dinilai perlu mendiring sektor ICT. Pasalnya, nilai ekonomi ICT belum dimanfaatkan pemerintah. Padahal sumbangan produk digital kreatif di Indonesia pada 2012 mencapai 40% dari total pendapatan industri kreatif nasional, atau sekitar Rp 288 miliar dari total 573,9 miliar.

Dengan tingginya angkatan kerja Indonesia, seharusnya bisnis kreatif berbasis digital ini bisa menjadi sandaran bagi kehidupan masyarakat. Di Amerika Serikat saja, kata Johnny, ada sekitar 21% dari total GDP dikontribusi dari industri digital di Silicon Valley,”Kuncinya, Indonesia memerlukan kementerian teknis yang bisa mewujudkan hadirnya tata kelola bisnis yang sehat dan pembangunan infrastruktur untuk mendorong ekonomi broadband," katanya.

Broadband City

Maka menjawab potensi pasar yang menjanjikan pada industri digital saat ini, Telkomsel sebagai operator seluler memacu kesiapan infrastruktur guna menghadapi era digital. Salah satunya, Telkomsel membangun lebih dari dari 369 broadband city yang tersebar hingga kota kabupaten. Di sisi lain berbagai layanan digital yang terdiri dari dari digital advertising, digital lifestyle, digital payment dan perbankan, serta digital SME solutions juga disiapkan untuk wujudkan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya para generasi muda.

Bahkan gunan memasarkan industri kreatif berbasis digital, Telkomsel bersama para developer muda mengajak untuk berperan aktif memberantas buta internet. Dimana hingga saat ini, telah terkumpul 600 ribu agen Internet yang memberikan edukasi akan kegunaan postif Internet kepada lingkungannya. Di sisi lain, program Telkomsel IDS (Indonesia Digital School) sukses mendigitalisasi sekolah-sekolah dengan berbagai aplikasi edutainment dimana penerima manfaatnya mencapai lebih dari 65.000 siswa-siswi.

Direktur Utama Telkomsel, Alex Sinaga menegaskan, pihaknya siap untuk membawa industri digital Indonesia ke tingkat dunia, dimana hal ini sesuai dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia layanan mobile digital lifestyle kelas dunia,”Guna mendukung industri digital, untuk itu Telkomsel fokus membangun ekosistem DNA (Device, Network and Application) tanah air untuk mendorong terciptanya masyarakat digital Indonesia,”ungkapnya.

Kemudian untuk mempercepat proses terbentuknya ekosistem digital tanah air, tahun lalu Telkomsel memperkenalkan Telkomsel Application Developer (Teman Dev) dimana fungsi utamanya adalah menggandeng developer muda Indonesia untuk bersama-sama memperkenalkan aplikasi lokal karya anak negeri.“Kami sangat optimis, dengan jumlah lebih dari 132 juta pelanggan saat ini, jalur distribusi, media channel dan infrastruktur kami dimiliki, Telkomsel bersama-sama dengan developer lokal akan mampu membangun ekosistem digital tanah air,”tandasnya.

Tahun ini Telkomsel juga meluncurkan kembali Digital Creative Indonesia Competition (DCIC) untuk menjaring potensi-potensi muda di Indonesia. Ajang yang dibuka bagi pelajar SMP, SMA serta mahasiswa ini, menawarkan berbagai hadiah menarik bagi para pemenang. Bahkan bagi para pemenang kategori aplikasi, akan mendapatkan kontrak kerjasama dengan Telkomsel untuk pengembangan kreasinya. (bani)

Related posts