Sekawan Akuisisi Distributor Pelumas - Investasikan Dana Rp 21 Miliar

NERACA

Jakarta - Perusahaan tekstil yang mendiversifikasi usaha ke sektor batu bara, PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) telah mengakuisisi perusahaan distribusi pelumas PT Mahaputra Adi Nusa senilai Rp 21,04 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli saham milik Zaki Mubarak Yos pada Mahaputra sebanyak 4.000 lembar atau meliputi 80% kepemilikan. Mahaputra merupakan perusahaan distribusi pelumas dengan total aset per 31 Juli 2014 sebesar Rp 67,38 miliar dan penjualan kotor sebesar Rp 105,91 miliar.

Pada periode Januari-September tahun ini, Sekawan Intipratama membukukan laba bersih sebesar Rp 1,34 triliun, melonjak dibandingkan raihan periode sama tahun lalu sebesar Rp 145,69 juta. Perusahaan yang bermarkas di Surabaya ini sebelumnya telah menyepakati perubahan bidang usaha utama menjadi sektor pertambangan dan usaha lain yang terkait pertambangan. Sebelumnya, perseroan bergerak di bidang usaha produksi tekstil atau kemasan berbahan dasar nonwoven dan perdagangan produk non woven spundbond.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar US$ 15 juta. Direktur Utama PT Sekawan Intipratama Tbk, Onny Soendjaja pernah bilang, belanja modal sebesar US$ 15 juta akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produsi dari 350 ribu ton menjadi 400 ribu ton sampai akhir tahun ini.

Dia menuturkan, belanja modal tersebut meningkat 66% bila dibandingkan target belanja modal tahun lalu sebesar US$ 9,8 juta. Sedangkan untuk sumber pendanaan belanja modal berasal dari pinjaman yang diberikan oleh para pemegang sahamnya,”Sumber capex kami dari loan para pemegang saham," paparnya.

Menurut Onny, dengan bertambahnya kapasitas produksi hingga 350-400 ribu ton, diharapkan mampu menopang laba bersih sebesar US$ 600 ribu pada tahun ini,”Diharapkan laba bersih mencapai US$ 0,6 juta atau US$ 600 ribu sepanjang tahun ini karena capex akan kita tingkatkan lagi,”ungkapnya.

Selain itu, perseroan juga berencana menerbitkan saham baru atau rights issue sekira Rp4,672 triliun pada semester II tahun ini. Kata Onny, dana tersebut akan digunakan untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited yang merupakan perusahaan batu bara,”Hasil dana rigth issue sebanyak Rp4,672 triliun untuk pelunasan akuisisi RITS Ventures Limited sebuah perusahaan batu bara,”ujarnya.

Dia mambahkan, dalam melakukan rights issue jumlah sahamnya sebanyak 23,400 miliar lembar saham baru dengan nominal Rp100 per lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp200 per lembar saham. Secara rasio 1:39 dengan satu saham lama akan mendapatkan tiga puluh sembilan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTD). (bani)

Related posts