Astra Internasional Perkuat Bisnis Otomotif

Tingkatkan Pasar Ekspor

Selasa, 18/11/2014

NERACA

Jakarta – Menyadari performance kinerja keuangan PT Astra International Tbk (ASII) mengalami perlambatan seiring dengan perlambatan ekonomi, membuat perseroan untuk terus menghitung kembali bisnisnya dan berencana memperkuat bisnis otomotif sebagai pilar utama. Perseroan bertekad memanfaatkan peluang pertumbuhan penjualan mobil nasional.

Pada 2014, penjualan mobil secara nasional diperkirakan sebesar 1,25 juta unit atau tumbuh 2,4% dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,22 juta. Sementara itu, kapasitas terpasang tahun ini diperkirakan mencapai 1,9 juta.

Head of Public Relations Astra Yulian Warman mengatakan, pihaknya juga akan menggenjot aktivitas ekspor. Saat ini, Astra tercatat mengekspor sebanyak 200.000 unit mobil ke berbagai negara seperti Timur Tengah, Afrika, Amerika Selatan, dan wilayah ASEAN,”Saat ini porsi ekspor kami mencapai 70-80 persen. Kami akan berusaha menggenjot pasar ekspor lebih besar lagi pada 2015,” kata Yulian di Jakarta, Senin (17/11).

Tahun depan, Astra menyiapkan investasi sebesar Rp 17-20 triliun atau tumbuh 10-20 persen dari realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) 2014 yang diperkirakan mencapai Rp 15-17 triliun. Sesuai rencana, sebagian besar dana capex akan digunakan untuk divisi otomotif, yakni pembangunan pabrik, pusat pengembangan teknologi, dan penambahan dealer penjualan. Dana juga akan dialokasikan untuk pembangunan proyek infrastruktur, antara lain proyek jalan tol dan power plant yang tengah dikerjakan Astra.

Selama kuartal III-2014, Astra berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 14,5 triliun atau naik 8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 13,4 triliun. Sementara, pendapatan tercatat sebesar Rp 150,5 triliun atau tumbuh 6 persen dibandingkan kuartal III-2013 sebesar Rp 141,8 triliun.

Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ditopang sektor agribisnis dan kontrak pertambangan. Sementara, divisi otomotif justru melemah akibat penurunan penjualan mobil. Penjualan mobil Astra secara nasional turun 1% menjadi 476.000 unit. Hal ini menyebabkan penurunan pangsa pasar dari 53% menjadi 51%. Di sisi lain, penjualan sepeda motor mengalami peningkatan sebesar 9%.

Pada September 2014, PT Astra International Tbk membukukan laba yang dapat diatribusikan sebesar Rp14,49 triliun. Angka ini meningkat dibanding dengan perolehan serupa di periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp13,46 triliun.

Meskipun tahun ini, menjadi tahun terberat ditengah perlambatan ekonomi dalam negeri, namun perseroan berupaya menggenjot kinerja penjualan ekspor otomotif. Suparano Djasmin, Direktur ASII mengatakan, ekspor yang dilakukan perseroan sangat bergantung pada kerjasama dengan principle."Tahun lalu, penjualan ekspor TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) 116.000 unit, tahun ini target naik menjadi 150.000 unit," ujarnya.

Dia mengaku, pasar otomotif domestik, khususnya mobil relatif ketat. Hal ini lantaran tingkat penyerapan yang jumlahnya tidak sebanding dengan kemampuan produksi. Sejumlah produsen otomotif beramai-ramai menambah kapasitas produksi dan jaringan.Sementara, peningkatan pembelian tidak secepat laju kenaikan produksi."Kompetisi memang ketat, tapi tidak bisa dilihat tahun ini saja, jangka panjang, 2020-2025 peluang masih besar," imbuh Suparno. (bani)