Indonesia Butuh Rp50 Trilliun

Perbaiki Irigasi

Selasa, 18/11/2014

NERACA

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Sofyan Jalil menyatakan, perbaikan irigasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan memerlukan anggaran senilai Rp50 triliun.

Saat membukan Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian 2015 di Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (17/11) menyatakan, saat ini dari sekitar 7 juta hektar saluran irigasi di tanah air sekitar 52 persen atau 3,3 juta hektare mengalami kerusakan. "Untuk perbaikan irigasi perlu Rp 50 triliun. Kalau tidak diperbaiki negara ini akan ketinggalan banyak," katanya.

Sofyan membandingkan anggaran untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) mencapai Rp800 triliun jauh lebih besar dari alokasi untuk kebutuhan petani.

Mantan menteri BUMN tersebut meyakini dengan perbaikan irigasi mampu meningkatkan produktivitas tanaman hingga 10 persen. "Saat ini tingkat kehilangan hasil pertanian mencapai 20 persen jika terjadi penambahan produktivitas 10 persen sudah cukup tinggi," ujarnya.

Pada tahun depan, menurut dia, pemerintah siap melakukan perbaikan sekitar 1 juta hektare saluran irigasi. Perbaikan Irigasi seluas lebih dari 3.000 ha menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, antara 1000-3000 ha kewenangan pemerintah provinsi dan kurang dari 1000 ha menjadi tugas pemerintah kabupaten.

"Selama ini terjadi ketidaksinkronan antar ketiga pemerintah tersebut dalam perbaikan irigasi sehingga salurah irigasi menjadi tidak menyatu antara saluran primer, sekunder dan tersier, ke depan tidak boleh terjadi lagi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan, saluran irigasi yang ada saat ini sudah 25 tahun tidak dilakukan perbaikan.

Oleh karena itu, menurut dia, jika 3,3 juta ha saluran irigasi yang rusak tersebut dalam waktu 3 tahun dapat dilakukan perbaikan maka target swasembada pangan dipastikan dapat tercapai.

"Tahun depan kami akan melakukan perbaikan saluran irigasi seluas 460 ribu hektar yang diharapkan terealisasi dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan," katanya.

Selain meningkatkan produktivitas tanaman, Mentan menyatakan, melalui perbaikan saluran irigasi ditargetkan juga menaikkan indeks pertanaman (IP) dari yang saat ini hanya 1,68 menjadi 2 dalam setahun.

Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basuki Hadimuljono menargetkan pemerintah dapat membangun 11 bendungan baru untuk periode 2014-2015 dengan total kebutuhan dana sebesar Rp8,2 triliun. "Dari total dana tersebut diperuntukkan membangun 11 bendungan hingga tahun 2015. Rinciannya, lima bendungan tahun ini dan enam bendungan tahun depan," katanya.

Dana tersebut diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2014 dan 2015. Selain bendungan, pemerintah juga akan melakukan perbaikan atau revitalisasi sejumlah saluran irigasi dari yang rusak ringan hingga rusak berat. Basuki mencatat, saat ini ada sejumlah saluran irigasi yang mengairi lebih dari tujuh juta hektar lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, lanjut dia, hanya 20% saja yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

"Untuk irigasi, kita punya lebih dari tujuh juta hektar di mana 50% di kabupaten, 30% di provinsi dan 20% di pemerintah pusat," terangnya. Meski begitu, dirinya menargetkan revitalisasi ini diharapkan dapat selesai dalam 3 tahun meskipun target pemerintah dicanangkan penyelesaian dapat dilakukan dalam lima tahun. "Jadi kalau ada program rehabilitasi irigasi, kita akan rehabilitasi tiga juta hektar dalam lima tahun. Akan tetapi kita ingin coba dalam tiga tahun," paparnya. [agus]