Program Klasterisasi Ikan Hias Resmi Ditutup

Depok, Jawa Barat

Senin, 17/11/2014

NERACA

Sawangan – Program klasterisasi usaha merupakan salah satu keunikan dan keunggulan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebagai lembaga yang ditunjuk oleh negara untuk mengembangkan pelaku usaha mikro, kecil, dan mengengah. Salah satu program yang telah berjalan dengan sukses yaitu program Klasterisasi Ikan Hias bagi komunitas pengusaha ikan hias di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Program yang dimulai pada 2013 ini sudah mencapai tahap akhir dan akan dilaksanakan serah terima kepada pemerintah kota setempat. Dihadiri oleh Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail turut serta menghadiri penutupan program klasterisasi dan serah terima kepada Pemerintah Kota Depok.

Executive Vice President I PT PNM (Persero), Arief Mulyadi menjelaskan, program ini merupakan salah satu program yang sukses dijalankan oleh PNM. Budidaya ikan hias sudah digeluti oleh banyak pengusaha di wilayah Sawangan. Dengan pola pendampingan dan pelatihan yang tepat yang telah dilakukan oleh PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) pengusaha ikan hias mampu menembus pasar ekspor.

“PNM secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM, dengan memberikan pembekalan ilmu pemasaran, keterampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan,” kata dia, Sabtu (15/11), pekan lalu.Kelanjutan dari program klasterisasi serupa telah dilaksanakan dan diresmikan melalui klasterisasi ikan air tawar PNM cabang Cirebon.

Pemimpin Cabang Jakarta, Mariatin Sri Widowati menjelaskan klasterisasi ikan hias di Sawangan ini dimulai sejak 2013 dan bekerjasama dengan Universitas Pakuan Bogor untuk program pelatihan. Pelatihan yang diadakan hampir setahun ke belakang ini telah melalui serangkaian kegiatan pelatihan yang mampu meningkatkan pengetahuan, dan ketrampilan para petani ikan hias baik dari sisi motivasi dan manajerial produksi. Program seperti ini bertujuan membuka akses jaringan dalam membangun bisnis UKM.

“Dengan total 10 pelatihan selama klasterisasi berlangsung diharapkan dari sisi pemasaran dan jaringan usaha debitur PNM mampu mengoptimalkan pasar lokal sekaligus ekspansi ke pasar regional dan global sebagai pondasi awal menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dan pada akhirnya hal ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” kata dia.

Permodalan Nasional Madani cabang Jakarta memiliki lima klaster dan 35 unit yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Dengan nasabah dominan dari sector usaha perdagangan, jasa, industri, dan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Widowati, juga menyampaikan kinerja positif pembiayaan PNM Cabang Jakarta dalam setahun terakhir. Tercatat per Oktober 2014 realisasi outstanding pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebesar Rp214,3 miliar atau tumbuh 9.1% dibandingkan dengan posisi penyaluran periode yang sama tahu 2013 sebesar Rp196,3 miliar. Total nasabah yang tercatat di cabang Jakarta sendiri berjumlah 3.935 nasabah. [mohar]