Penyaluran KUR Tembus Rp19 Triliun - Hingga Agustus 2011

Jakarta - Kementerian BUMN mencatat total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai dengan 19 Agustus 2011 menembus angka Rp19,285 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 1.325.983 nasabah. "Realisasi penyaluran KUR sudah mencapai 96,4 persen dari target Rp20 triliun hingga akhir 2011," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Parikesit Suprapto, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, KUR terbesar disalurkan oleh Bank BRI yang mencapai Rp11,32 triliun dengan 1.189.522 nasabah, terdiri atas KUR BRI ritel Rp2,03 triliun (111.087 nasabah) dan KUR BRI mikro sebesar Rp9,29 triliun (1.178.435 nasabah).

KUR terbesar kedua disusul Bank Mandiri sebesar Rp2,4 triliun dengan 62.198 debitur, Bank Syariah Mandiri Rp479 miliar dengan 5.359 debitur, Bank BTN Rp405,9 miliar dengan 3.021 debitur, Bank Bukopin Rp128,9 miliar dengan 1.000 nasabah. Sedangkan sebanyak 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) menyalurkan dana KUR total Rp2.461,4 triliun dengan 32.179 debitur.

Kementerian BUMN juga mencatat bahwa total realisasi seluruh bank pemberi KUR secara bulanan, yaitu Januari sebesar Rp1,87 triliun, Februari Rp1.9 triliun, Maret Rp2,7 triliun, April Rp2,39 triliun.

Sementara untuk Mei mencapai Rp2,44 triliun, Juni Rp3,27 triliun, Juli Rp2,71 triliun dan periode Agustus (tanggal 1-19) mencapai Rp1,82 triliun.

Sementara Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi Makro dan Moneter, Erlangga Mantik pekan lalu mengungkapkan, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pertengahan Agustus 2011 mencapai Rp18 triliun atau 90 persen dari target yang ditetapkan. "Tahun ini kan target KUR Rp20 triliun, sampai pertengahan Agustus ini yang tersalurkan sudah Rp18 triliun, artinya kan sudah 90 persen dana KUR terserap," katanya.

Untuk lebih meningkatkan penyaluran KUR, pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota harus terus berperan aktif dengan membuat program kerja yang mendukung penyaluran KUR, katanya.

KUR di Riau

Sementara itu, Bank Indonesia Pekanbaru menyatakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Riau hingga triwulan II/2011 mencapai Rp1,35 triliun. "Penyaluran KUR naik 12,39 persen dari triwulan sebelumnya," kata Peneliti Ekonomi Madya BI Pekanbaru, Abdul Madjid Ikram, di Pekanbaru, Selasa.

Ia menjelaskan penyaluran KUR di Riau masih didominasi oleh enam bank umum yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, Bukopin dan Bank Syariah Mandiri.

Menurut dia, penyaluran KUR di Riau terbilang sangat kecil dari skala nasional karena hanya berkisar 2,96 persen dari total penyaluran KUR yang mencapai Rp40,63 triliun. "Dari 33 provinsi, Riau merupakan daerah urutan ke delapan dari penyaluran KUR secara nasional," ujarnya.

Berdasarkan data BI Pekanbaru, jumlah debitur penerima KUR di Riau hingga triwulan II/2011 berjumlah 72.446 orang. Tercatat penyaluran KUR rata-rata mencapai Rp18,15 juta per orang, dan meningkat 7,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. "Pertumbuhan penyaluran KUR oleh perbankan di Riau cukup menggambarkan pertumbuhan UMKM yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Riau," katanya.

Menurut dia, BI berharap perbankan dapat terus meningkatkan penyaluran KUR. Selain itu, bank pemerintah daerah seperti Bank Riau-Kepri diharapkan juga melakukan upaya untuk membantu penyaluran KUR agar membantu pertumbuhan sektor riil di daerah. "Dengan tingginya penyaluran KUR, itu menjadi salah satu indikator bahwa usaha rakyat di sektor perekonomian mengalami peningkatan," katanya.

Related posts