KSEI Jalin Kemitraan Strategis Perbankan

Optimalkan Layanan AKSes

Senin, 17/11/2014

NERACA

Jakarta – Komitmen PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian efek untuk memudahkan pelayanan kepada investor dalam bertransaksi saham kembali ditunjukkan dengan kerjasama beberapa industri perbankan. Kerjasama ini mengulang kesuksesan dengan Bank Permata dan Bank Mandiri dalam pengembangan e-channel untuk fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas). Dimana kerjasama kali ini, KSE menggandeng CIMB Niaga dan Bank BCA.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, Direktur Utama KSEI, Heri Sunaryadi mengatakan, penandatanganan kerja sama ini merupakan perwujudan sinergi antara perbankan dan pasar modal,”Dibandingkan dengan pasar modal, industri perbankan telah lebih dahulu mapan dan secara luas dikenal masyarakat Indonesia. Inisiatif-inisiatif untuk mengembangkan pasar modal, diantaranya dengan meningkatkan jumlah investor lokal perlu didukung dengan kesiapan infrastruktur yang mapan dan dapat menjangkau masyararakat luas,”ujarnya.

Dia menjelaskan, pemanfaatan jaringan perbankan merupakan salah satu solusi yang dipilih oleh KSEI untuk dikembangkan bersama dengan bank-bank yang telah bekerja sama dengan KSEI sebagai Bank Administrasi Rekening Dana Nasabah (RDN). Kata Heri, secara umum inisiatif KSEI untuk pengembangan infrastruktur pasar modal hingga tiga tahun ke depan.

Nantinya, fokus dari inisiatif-inisiatif yang dilakukan adalah bagaimana agar pendalaman pasar dapat terwujud dengan dukungan kesiapan infrastruktur yang memadai. Infrastruktur diperlukan agar di satu sisi para pelaku pasar secara efisien dapat mengembangkan produk dan layanan jasa. Di sisi lain tersedia fasilitas melalui layanan perbankan yang sudah umum dan mudah digunakan untuk menunjang aktivitas di pasar modal diharapkan dapat menarik minat masyarakat dalam brerinvetasi sehingga jumlah investor lokal juga akan meningkat.

Heri mengatakan, hingga kini sudah empat bank yang melakukan kerjasama dengan KSEI. Pengembangan fitur monitoring Efek yang tersimpan di KSEI melalui layanan ATM atau internet banking bank ini baru merupakan langkah awal untuk pengembangan fitur-fitur lainya ke depan,”Kita rencanakan nantinya dengan pengembangan lebih lanjut layanan e-channel perbankan, masyarakat kita yang akan lebih mudah dan nyaman untuk melakukan investasi di pasar modal seperti melakukan pembelian saham IPO, ORI atau juga melakukan subcription/redemption reksadana. Jaringan infrastruktur perbankan yang mapan dan luas sangat ideal untuk dapat mendukung pengembangan ini,”ungkapnya.

Berdasarkan catatan data KSEI per 11 November 2014 tercatat sekitar 358,419 investor yang membuka rekening sebagai nasabah Perusahaan Efek. Total jumlah Rekening Dana Nasabah yang dibuka melalui Perusahaan Efek tersebar di 6 Bank Administrator RDN yaitu sebanyak 333,778 rekening, dan sebanyak 308,000 rekening dibuka di PermataBank, Bank Mandiri, BCA dan Bank CIMB Niaga. Artinya dengan kerjasama ini sudah lebih dari 92% investor pasar modal akan dapat difasiltasi dengan infrastruktur yang sedang dikembangkan ini.

Dari sisi potensi, keempat bank yang telah menjalin kerjasama dengan KSEI ini secara total memiliki sekitar 5.000 kantor cabang, dan lebih dari 30.000 mesin ATM. Khusus untuk layanan melalui internet banking yang akan dikembangkan bersama BCA dan Bank CIMB Niaga, saat ini tercatat ada sekitar 4.5 juta nasabah yang sudah menjadi pengguna layanan internet banking kedua bank tersebut. (bani)