Panorama Bidik Pertumbuhan Usaha 25%

PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp 400 miliar. Capex akan dibelanjakan untuk kebutuhan lima pilar usaha yakni inbound (destination management), travel and leisure (outbound and domestic traveling), transportasi, media dan hospitality.

Direktur Keuangan Panorama Daniel Martinus mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan usaha sekitar 15 – 25% pada 2015 . “Target ini seiring dengan potensi pengembangan lima pilar usaha perseroan yang semakin baik,” ujar Daniel di Jakarta, kemarin.

Menurut Daniel, sisi karakteristik pasar Indonesia juga terdapat perkembangan, yaitu munculnya generasi baru yang sering disebut sebagai generasi milenial (usia 18-32 tahun) dimana kecenderungan mereka adalah melakukan aktifitas dengan berbasis internet.“Membaca hal ini, perseroan menggali potensi pasar jauh ke depan yaitu pasar e-commerce khususnya bagi pilar travel and leisure. Selain itu dari pilar transportasi juga akan mengembangkan usaha dengan penambahan unit armada taksi,” jelas Daniel.

Dia melanjutkan, untuk pilar hospitality yang bergerak dalam hotel management akan mengoperasikan hotel-hotel dengan dua international brand baru di Makassar (Park Inn by Radisson), Lampung (Park Inn by Radisson) dan Batam (Radisson).

Hotel merek Radisson menyasar target upscale market dan midscale market untuk brand Park Inn by Radisson pada semester kedua tahun 2015. Per September 2014, Panorama mencatatkan pendapatan Rp 1,48 triliun, atau naik 12,97% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,31 triliun.

Peningkatan pendapatan menyebabkan tumbuhnya laba bersih sebesar 47,86% menjadi Rp 37,1 miliar dari sebelumnya Rp 25,09 miliar. Sebesar 70% dari pendapatan perseroan ditopang dari pilar inbound dan travel & leisure. Hingga akhir tahun, perseroan optimis dapat membukukan pendapatan usaha bersih sebesar Rp 2 triliun.

Daniel menambahkan, dari sisi permintaan perjalanan wisata, baik dari pasar domestik maupun pasar wisatawan asing, keduanya memberikan kontribusi positif bagi perseroan. Perseroan mampu mencetak peningkatan laba usaha sebesar 28% dibanding periode yang sama tahun lalu,”Produk-produk yang mempunyai marjin tinggi terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mencapai skala ekonomi yang optimal,”ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Gurihnya Untung Usaha Seblak Raja Pedas - Kerjasama Syariah

Usaha seblak adalah pilihan tepat bagi Andri Waryadi. Pasalnya dengan tawaran kerja sama dan berbagai kelebihan yang mulai dari varian…

Ada 50 Varian Rasa, Teguk Segarnya Usaha Kimo Ice

Bisnis minuman segar memang menggiurkan. Meski pemainnya sudah tak terhitung lagi, tak ada menyurutkan peluang bagi munculnya merek baru. Seperti…

BNP Paribas Bidik Dana Kelola Rp 31 Triliun

Maraknya perusahaan manajer investasi mengeluarkan produk investasi dalam menghimpun dana masyarakat lebih besar lagi juga dilakukan BNP Paribas Investment Partners.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…