Citatah Siapkan Belanja Modal Rp 17 Miliar - Bangun Tambang Emas

NERACA

Jakarta – Guna mendukung ekspansi bisnisnya kedepan lebih agresif lagi, tahun depan produsen marmer PT Citatah Tbk (CTTH) menganggarkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 17 miliar.

Direktur Keuangan PT Citatah Tbk, Tiffany Johannes mengatakan, dana capex untuk tahun 2015 ini lebih besar dibandingkan dengan capex perseroan pada tahun 2014 ini yang sebesar Rp 5 miliar,”Tahun depan kami menganggarkan capex Rp 17 miliar. Dana capex akan kami gunakan untuk pengembangan bisnis kami di tahun mendatang," katanya di Jakarta, kemarin.

Peningkatan anggaran capex perseroan pada tahun depan karena perseroan akan membuka satu lahan tambang baru yang terletak di wilayah Sulawesi Selatan.Disebutkan, perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp 12 miliar dalam rangka penambangan baru tersebut. Sisanya sebesar Rp 5 miliar akan digunakan untuk pemeliharaan mesin-mesin di pabrik milik CTTH,”Capex tahun 2015 itu Rp 17 miliar, sebesar Rp 12 miliar untuk tambang baru seperti untuk pembelian alat berat. Sisanya Rp 5 miliar untuk keperluan di pabrik," jelasnya.

Tiffany menambahkan, dana capex akan dikombinasikan dari dana kas internal dan leasing, seperti pinjaman alat-alat berat."Dananya sebesar 30-40% dari kas internal, sisanya 60-70% dari leasing," terangnya.

Sementara itu, untuk dana capex pada tahun 2014 ini, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 5 miliar. Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk melakukan peremajaan mesin-mesin di pabrik miliknya. "Tahun ini capex kami Rp 5 miliar. Seluruhnya untuk perbaikan mesin. Dana seluruhnya dari kas," tukasnya.

Pada kuartal tiga tahun ini, perseroan mencatatkan penurunan penjualan bersih 12% menjadi Rp161,76 miliar dibandingkan perolehan pada priode yang sama tahun lalu sebesar Rp180,67 miliar,”Penurunan penjualan akibat dari turunnya penjualan domestik hingga 15%. Turunnya penjualan domestik diakibatkan oleh sektor properti yang melambat. Sehingga permintaan marmer kami pun berkurang. Faktor lain dari keadaan politik di Indonesia yang kurang stabil," kata Tiffany Johannes.

Dia menjelaskan, penjualan sendiri masih didorong oleh penjualan domestik sebesar 82% atau setara Rp132 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp29 miliar atau setara 18% diperoleh dari penjualan yang dikirimkan ke luar negeri (ekspor).

Posisi laba bersih selama sembilan bulan tahun ini meningkat 202,89 persen menjadi Rp13,69 miliar, dari posisi sebesar Rp4,52 miliar di kuartal III-2013. "Laba kotor kami mencapai Rp57,64 miliar dengan posisi laba usaha sebesar Rp12,43 miliar," ungkapnya.

Lanjut dia, perseroan juga mengalami kerugian nilai tukar hingga Rp1,9 miliar, hal itu diakibatkan dari pinjaman jangka panjang konversi. Kedua pinjaman itu menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (bani)

BERITA TERKAIT

Modal Pemerintah di Koperasi, Mungkinkah?

Oleh : Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional—sebenarnya mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap…

Campina Bayar Utang Rp 269,63 Miliar - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Guna memudahkan langkah ekspansi bisnisnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) terus memangkas beban utang dengan…

Mulai Wajib Dilaporkan ke Pajak - REKENING NASABAH DI ATAS Rp 1 MILIAR

Jakarta-Kalangan perbankan, lembaga keuangan dan manajer investasi mulai hari ini (20/2) dapat mendaftarkan data rekening nasabah minimal Rp 1 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…