Investor Bursa di Semarang Tumbuh 25%

Saat ini penetrasi industri pasar modal oleh investor dalam negeri masih rendah lantaran akses yang terbatas dan dipicu minimnya liternasi keuangan serta edukasi. Maka dari itu, perlu ditingkatkan melalui sekolah pasar modal.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Semarang, Cahyanto Kristiadi mengatakan, guna meningkatkan jumlah investor lokal perlu pendekatan yang berbeda dan salah satu yang dilakukan BEI dengan menggelar sekolah pasar modal,”BEI terus mendorong pertumbuhan investor domestik dan salah satunya melalui penyelenggaraan sekolah pasar modal di setiap kantor wilayah," ujarnya di Semarang, kemarin.

Menurutnya, saat ini investor domestik secara nasional hanya sekitar 400 ribu orang. Untuk meningkatkan jumlah tersebut sekaligus meningkatkan literasi, sekolah pasar modal ini menjadi salah satu solusi efektif.

Sejauh ini, animo peserta pendidikan tersebut cukup tinggi dan diikuti oleh masyarakat dari semua kalangan di antaranya pengusaha, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan pensiunan. Dalam satu tahun, peserta sekolah pasar modal mencapai lebih dari 500 orang. Untuk materi yang diberikan pada pendidikan tersebut cukup beragam di antaranya pergerakan pasar modal, produk-produk pasar modal, hingga struktur dan lembaga di sektor tersebut."Pada kegiatan inipun kami berharap agar investor khususnya di wilayah Jateng juga dapat meningkat," ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah investor di wilayah Jateng khususnya di bagian utara mencapai 15ribu orang. Jumlah tersebut terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada 2011-2012 jumlah investor tumbuh 11%, kemudian 2012-2013 tumbuh 17%, dan 2013-2014 ini diharapkan pertumbuhan bisa mencapai 25%.

Dari wilayah Jateng utara, investor paling banyak berasal dari Semarang yaitu mencapai 60%. Hingga akhir tahun ini, pihaknya berharap ada 3.500 investor baru di pasar modal. (ant/bani)

Related posts