Awal Pekan, IHSG Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Seharian laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan bergerak fluktuatif dan akhirnya berhasil mempertahankan, meskipun pelaku pasar masih menunggu kepastian pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Indeks BEI akhir pekan, ditutup naik tipis 0,820 poin (0,02%) ke level 5.049,488. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,965 poin (0,11%) ke level 865,517.

Harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak banyak berubah. Investor asing juga masih memilih untuk melepas saham sejak awal perdagangan, “Pasar kembali 'sideways' akibat ketidakpastian opsi besaran dan waktu kenaikan harga BBM bersubsidi, beberapa pihak dari pemerintah ingin penundaaan dan kenaikannya secara bertahap karena harga minyak turun," kata Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko di Jakarta, kemarin.

Namun di sisi lain, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) mengharapkan kenaikan harga BBM bersubsidi itu dapat secepatnya dilakukan agar inflasi mudah dikendalikan ke depannya. Di tengah kondisi itu, pelaku pasar tetap direkomendasikan untuk melakukan akumulasi saham karena pada dasarnya harga BBM akan naik tahun ini.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa secara bertahap indeks BEI mulai bergerak menguat meski masih dalam kisaran yang terbatas,”Sebagian pelaku pasar saham masih mengambil posisi ambil untung, namun dapat diimbangi dengan terapresiasinya mata uang rupiah dan positifnya laju bursa saham dikawasan Asia,”ujarnya.

Berikutnya, indeks BEI Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak menguat. Perdagangan akhir pekan, transaksi investor asing hingga sore tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 229,803 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler ada pembelian bersih Rp 213,935 miliar.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 170.194 kali dengan volume 5,11 miliar lembar saham senilai Rp 4,699 triliun. Sebanyak 121 saham naik, 154 turun, dan 92 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia rata-rata menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Bursa saham Tiongkok kena koreksi akibat aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 1.825 ke Rp 11.600, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 375 ke Rp 15.975, Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 24.200, dan Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 260 ke Rp 3.500. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.000 ke Rp 8.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 17.650, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 375 ke Rp 11.975.

Perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun tipis 4,732 poin (0,09%) ke level 5.043,936. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 0,233 poin (0,03%) ke level 864,319. Indeks hanya sempat naik ke posisi tertingginya di 5.068 tapi setelah itu langsung jatuh lagi ke zona merah. Investor domestik yang paling aktif bertransaksi.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 92.513 kali dengan volume 1,902 miliar lembar saham senilai Rp 2,249 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 136 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa-bursa regional rata-rata bergerak positif hingga siang. Hanya pasar saham Jepang yang ketinggalan di teritori negatif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 15.850, Saratoga (SRTG) naik Rp 240 ke Rp 2.400, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 225 ke Rp 5.225, dan Indocement (INTP) naik Rp 175 ke Rp 24.100. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.000 ke Rp 8.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 17.750, Siloam (SILO) turun Rp 325 ke Rp 9.175, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 305 ke Rp 2.695.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 1,03 poin atau 0,02% menjadi 5.047,63, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,25 poin (0,03%) ke level 864,29,”Minimnya sentimen dari regional dan domestik membuat pergerakan IHSG BEI kembali mendatar pada awal perdagangan," kata analis Samuel Sekuritas Tiesha Narandha Putri.

Menurut Tiesha, pergerakan bursa saham regional yang bervariasi ditambah spekulasi kinerja emiten di tengah melambatnya perekonomian domestik maupun global membuat pergerakan indeks BEI cenderung dalam kisaran sempit.

Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya memperkirakan masih masuknya investor asing ke pasar saham domestik diharapkan dapat menahan koreksi indeks BEI akhir pekan,”Pelaku pasar asing diperkirakan masih menilai positif pasar saham domestik karena ekspektasi investor terhadap pasar modal Indonesia masih dinilai positif. Diperkirakan indeks BEI akan bergerak di kisaran 5.002-5.094 poin," kata William.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng dibuka menguat 5,22 poin (0,02%) ke 24.025,16, indeks Nikkei turun 61,08 poin (0,31%) ke 17.338,74, dan Straits Times menguat 6,83 poin (0,20%) ke posisi 3.311,66. (bani)

BERITA TERKAIT

Shutdown di Amerika Tidak Goyahkan Rekor IHSG - Pasar Modal Masih Tahan Banting

NERACA Jakarta – Sentimen global memberikan sentimen besar terhadap industri pasar modal di tanah air, lantaran kebanyakan investor tidak hanya…

Kepercayaan Investor Bawa Rekor Baru IHSG - Ditopang Positif Kinerja Emiten 2017

NERACA Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali mencetak rekor baru di pasar modal, membuat optimisme pelaku…

Laju IHSG Kembali Cetak Rekor 6.444,51 Point - Sentimen Perombakan Kabinet

NERACA Jakarta –Lagi, tren penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru di posisi 6.444,51 poin seiring dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kinerja Reksa Dana Saham Tumbuh Signifikan

Tiga pekan di awal tahun 2018 atau hingga 19 Januari kemarin, perusahaan jasa penyedia informasi dan riset PT Infovesta Utama…

Moody’s Sematkan Peringkat B1 Soechi Lines

Lembaga peringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan peringkat korporasi B1 untuk PT Soechi Lines Tbk (SOCI). Prospek rating ini stabil.…

Arwana Bidik Kapasitas Produksi Tumbuh 10%

Seiring dengan terus bertumbuhnya industri properti dalam negeri, maka permintaan pasar kemarik juga bakal terkerek naik. Oleh karena itu, melihat…