BRI Bantah Tak Lakukan Monopoli

Jumat, 14/11/2014

NERACA

Jakarta - Menanggapi Putusan Majelis Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha yang menyatakan bahwa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Asuransi Beringin Jiwa Sejahtera, serta PT Heksa Eka Life Insurance telah melakukan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam proses usaha asuransi dan perbankan sehingga merugikan pihak lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyatakan menghormati putusan tersebut. Akan tetapi, BRI tidak sependapat dengan putusan tersebut.

"Kami akan melakukan upaya hukum sesuai dengan ketentuan Pasal 44 UU Nomor 5 Tahun 1999, tentang Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, BRI akan menggunakan hak untuk menempuh proses hukum selanjutnya dengan mengajukan keberatan kepada Pengadilan Negeri," ungkapBudi Satria,Corporate SecretaryPT Bank Rakyat Indonesia (Persero)Tbk, melalui keterangan resminya di Jakarta, Kamis (13/11).

Sebelumnya diberitakan,Komisi Pengawas Persaingan Usahamemerintahkan agar BRI menghentikan kegiatan yang menghalangi perusahaan asuransi jiwa lainnya untuk melakukan kegiatan usaha yang sama pada pasar bersangkutan.

Selain meminta pembukaan hambatan masuk tersebut, Majelis Komisi KPPU yang menyidangkan kasus tersebut, juga menjatuhkan sanksi denda kepada BRI sebesar Rp25 miliar, BRINGIN dengan nominal Rp19 miliar dan HEKSA sebesar Rp13 miliar. Ini sejalan dengan kesimpulan KPPU yang menyatakan bahwa ketiga perusahaan tersebut, melanggar pasal 15 (2) terkait tying-in (pembelian berikat) dan pasal 19 (a) terkait hambatan masuk pasar. [ardi]