World Bank Janjikan Atasi Kemiskinan RI

Jumat, 14/11/2014

NERACA

Jakarta – Tingkat kemiskinan di Indonesia terus meningkat untuk itu, World Bankberjanji akan membantu Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mengatasi kemiskinan di Republik Indonesia (RI) ini.

"Sebagai organisasi dunia yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia," kata Country DirectorWorld BankRodrigo A Chaves di, Jakarta, Kamis (13/11).

Dia mengungkapkan, akan membuka beberapapotensial project.Menurutnya,World Banksangat support pada misi dan visi yang diungkapkan oleh Jokowi-JK dalam memberantas kemiskinan di Indonesia.

"Kami pikir itu adalah visi dan misi yang bagus. Dan kami akan membantu sebanyak mungkin dari peluang yang diberikan Indonesia kepada kami," jelasnya.

Salah satunya, dia mengatakan tertarik untuk berkontribusi di sektor pangan.

"Mereka ingin meningkatkan produktifitas dan sektor kultural dan ingin menjadikan Indonesia mandiri di bidang pangan, itu adalah kebijakan yang sempurna dan kami berharap bisa berkontribusi di dalamnya," ungkapnya.

Menurutnya, sekitar 68 juta penduduk Indonesia tetap rentan untuk jatuh miskin. Pendapatan mereka hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan keluarga miskin. Guncangan ekonomi seperti jatuh sakit, bencana atau kehilangan pekerjaan, dengan mudah dapat membuat mereka kembali jatuh miskin.

“Mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan akan menjadi tantangan paling penting bagi Pemerintah Indonesia. Dengan melakukan implementasi kebijakan-kebijakan publik yang efektif, demikian dengan kemitraan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil, Bank Dunia yakin, Indonesia akan membuat kemajuan yang substansial. Mengentaskan kemiskinan dan berbagi kesejahteraan merupakan misi Bank Dunia, dan kami akan mendukung pemerintahan baru dalam mencapai tujuan-tujuan ini, “katanya.

Meningkatnya ketimpangan juga membuat mereka yang miskin lebih sulit lagi untuk keluar dari kemiskinan. Koefisien Gini, yang mengukur ketimpangan konsumsi, telah meningkat dari 0,30 pada tahun 2000, menjadi sekitar 0,41 pada tahun 2013. Kesenjangan antar daerah tetap ada. Indonesia Timur tertinggal dari wilayah lain di negara ini, terutama Jawa. Akibatnya, meski upaya mengurangi kemiskinan mengalami kemajuan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan peningkatan ketimpangan tercepat di kawasan Asia Timur .

Ketimpangan merupakan konsekuensi pertumbuhan yang bisa dihindari. Ekonomi negara-negara berkembang lain telah berhasil tumbuh dan pada saat yang sama, terus berupaya menekan tingkat kemiskinan dan ketimpangan.

“Strategi utama untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan adalah dengan membantu masyarakat miskin menolong diri mereka sendiri, melalui penyediaan lebih banyak pekerjaan dan pekerjaan yang memberikan penghasilan lebih baik. Kita juga perlu memastikan anak-anak di seluruh Indonesia memiliki akses yang sama ke layanan yang berkualitas, agar mereka dapat memulai hidupnya secara adil," menurut Ekonom Utama Bank Dunia di Indonesia, Vivi Alatas.

Peningkatan anggaran untuk program-program jaring pengaman sosial (social safety net) akan membantu meningkatkan akses keluarga miskin terhadap layanan kesehatan, gizi yang lebih baik dan pendidikan yang berkualitas. Hal ini meningkatkan peluang mereka untuk lepas dari kemiskinan. Saat ini, Indonesia hanya menghabiskan 0,7% dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto) untuk program-program bantuan sosial, dibandingkan dengan Brasil yang menggunakan 1,5% dari PDB-nya dan negara-negara berpenghasilan menengah rendah lainnya. [agus]