PSAB Dituding Lakukan Pembohongan Publik

KUD Dharma Tani Bantah Kerjasama

Jumat, 14/11/2014

NERACA

Jakarta – Klaim perusahaan tambang emas PT J Resources Tbk (PSAB) yang akan melakukan eksplorasi tambang emas di Gunung Pani, Gorontalo guna memenuhi target produksi emas tahun ini sebesar 200 ribu ons hanya dinilai sebagai isapan jempol belaka dan bahkan manajemen J Resources dituding melakukan pembohongan publik, khususnya kepada investor.

Humas Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa, Ir. Didi menegaskan, tidak ada kegiatan eksplorasi tambang emas yang dilakukan J Resources di wilayah Gunung Pani, “Ini pembohongan publik dan merugikan investor, terkait manejemen J Resources yang mengklaim tengah melakukan eksplorasi di Gunung Pani,”ungkapnya di Jakarta, Kamis (13/11).

Bahkan untuk memberikan klarifikasi kasus tersebut, pihaknya sudah melaporkan dan hearing dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal duduk perkara. Lanjutnya, kata Didi, perusahaan tambang J Resources dinilai hanya sebagai trader emas saja. Pasalnya, dua tambang emas miliknya yang berlokasi di Lanud, Sulawesi Utara, dan Penjom, Malaysia belum banyak menghasilkan emas dan bahkan diperkirakan hanya mampu produksi 69 ribu ons emas dan bukan 100 ribu ons emas sebagaimana laporan produksi perseroan tahun 2013.

Merespon hal itu, Ketua KUD Dharma Tani, Lisna Alamri menegaskan, pihaknya sebagai pemilik IUP tambang emas Gunung Pani, Gorontalo membantah telah kerjasama dengan PT Puncak Emas Gorontalo yang merupakan anak usaha dari PT J Resources Tbk,”Kerjasama yang selama ini disebutkan mengatasnamakan KUD Dharma Tani Marisa adalah tidak sah karena dilakukan berdasarkan keputusan perseroan karena tidak melalui rapat anggota yang merupakan pemegang kekuasan tertinggi dalam koperasi dan melanggar anggaran dasar KUD serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,”katanya.

Kemudian dirinya meminta manajemen J Resources untuk menghargai etika bisnis dan tidak mengklaim. Padahal saat ini, KUD Dharma Tani Marisa sudah menjalin kerjasama atau Momerandum Of Understanding (MoU) usaha dengan perusahaan asal Australia yakni, Group One Asia Resources Ltd untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan di wilayah seluas 100 hektar yang berada di Gunung Pani, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pahuwato.

Kata Lisna, pengakhiran kerjasama antara KUD Dharma Tani Marisa dengan Group One Asia Resources Ltd oleh Abdul Kadir Akib yang mengatasnamakan KUD Dharma Tani Marisa merupakan tindakan melanggar anggaran dasar dan UU No.17/2012 tentang perkoperasian karena dilakukan secara perseorangan oleh Abdul Kadir Akib.

Asal tahu saja, Direktur Utama PT Puncak Emas Gorontalo (PEG) Edi Permadi pernah bilang, pihaknya menyiapkan investasi hingga Rp2 triliun untuk membuka tambang emas di Gunung Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Dalam investasi ini, PEG menggandeng Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa yang memiliki lahan seluas 100 hektar. Lahan itu berada di tengah lahan yang dikuasai PEG seluas 7.385 hektar. “Kami proyeksikan tahun 2016 bisa menghasilkan emas hingga 100 ribu ounce per tahun,”ungkapnya. (bani)