Siasat Telkom Kuasai Pangsa Pasar Arab Saudi - Lakukan Co-Branding Simpati Saudi

NERACA

Jakarta – Keseriusan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) mengembangkan bisnisnya ke luar negeri dibuktikan dengan menjalin kerjasama dengan operator telekomunikasi, dimana ekspansi bisnis tersebut dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Telkom dalam pengembangan bisnisnya ke Arab Saudi dengan menggandeng operator Zain dalam kartu co-branding Simpati Saudi. Diman langkah ini, dimaksudkan untuk membuat jangkauan merek perusahaan lebih dikenal luas.

Recapital Securities dalam riset mengungkapkan, dengan aksi perseroan itu dapat memacu pendapatan business international untuk terut bertumbuh. Di samping itu, hal ini diharapkan juga dapat membantu peningkatan total pendapatan serta mendongkrak laba usaha perusahaan di masa depan.

Seperti diketahui, PT Telkom melakukan ekspansi layanan seluler ke Arab Saudi dengan menggandeng operator Zain dalam kartu co-branding Simpati Saudi. Zain adalah salah satu operator seluler di Arab Saudi yang memiliki layanan seluler dengan jangkauan nasional.

Kartu co-branding ini dikelola oleh Telin Saudi. Produk ini menawarkan layanan seluler dengan target Warga Negara Indonesia (WNI) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi. Untuk kartu Simpati ini, perusahaan lebih memfokuskan hanya pada area yang banyak berdomisili WNI dan TKI. Perusahaan akan terlebih dahulu menggunakan point of sales yang sudah ada termasuk warung-warung Indonesia yang ada disana.

Daerah di Arab Saudi yang menjadi fokus penjualan dari Simpati Saudi di antara lain Riyadh, Jeddah, Mekkah, Madinah dan Dammam. Target tahun pertama perusahaan membidik 40 ribu pelanggan untuk kartu Simpati Saudi. Sementara di Makau, Hongkong dan Malaysia, model bisnis mobile virtual network operator (MVNO) yang menjadi pilihan.

Selain Arab Saudi, perusahaan terlebih dahulu telah berekspansi ke Timor Leste dengan menjadi mobile network operator bernama Telkomsel. Asal tahu saja, hingga Sembilan bulan pertama 2014, perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp82 trilliun atau naik 7,55% yoy sedangkan laba usaha sebesar Rp 21,6 trilliun atau naik tipis 2,00% yoy. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 17 rekomendasi beli, 12 rekomendasi tahan, dan 2 rekomendasi jual dengan target harga Rp2.930 per saham.

Sementara itu Panin Sekuritas memaparkan, saham TLKM, untuk jangka pendek relatif aman dan dapat menjadi pilihan. Di tengah pergerakan indeks yang volatile, saham ini cenderung tertahan pada area 2.615-2.650. Kemudian bicara segmen Enterprise and Business Services (EBIS), realisasi target pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sudah hampir tercapai. Hal tersebut terbukti dengan pencapaian sampai kuartal 3 tahun 2014 saja sudah mencapai Rp 7,3 triliun dari target Rp 10 triliun.

Menurut Direktur Enterprise and Business Services Muhammad Awaluddin, dari tahun ke tahun kontribusi segmen EBIS terhadap pendapatan Telkom Group terus meningkat atau mencapai sekitar 36 persen (unkonsolidasi),”Hingga September 2014, realisasi pendapatan Telkom dari segmen pasar EBIS sudah mencapai 73%. Optimistis sampai dengan akhir tahun mencapai target Rp 10 triliun,”ujarnya.

Khusus di direktorat EBIS, Awaluddin menjelaskan pasar enterprise mendominasi yakni 75% atau sekitar Rp 5,5 triliun, sementara sisanya dari pasar Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai Rp 1,8 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok - Bidik Lebih Banyak Investor Asing

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Minat Investasi di Pasar Modal Meningkat - Investor di Kalsel Tumbuh

NERACA Banjarmasin – Besarnya tekad PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk terus mengkampanyekan Yuk Nabung Saham dengan menggandeng beberapa perusahaan…

Peran Aktif Perbankan Syariah Dalam Edukasi - Tingkatkan Pangsa Pasar

  NERACA   Jakarta - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Selatan Dodi Reza Alex mengatakan perbankan syariah harus aktif mengedukasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…