Archi Bidik Dana IPO Rp 3,91 Triliun - Tawarkan Rp 2445 Perlembar Saham

NERACA

Jakarta - PT Archi Indonesia berencana melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), dengan menawarkan harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham. Perusahaan yang fokusnya dibidang pertambangan mineral sektor emas berencana melepaskan sabanyak-banyaknya 1.600.000.000 saham atau setara 40,41% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Direktur Utama Archi Indonesia, Hendra Surya, target harga sebesar Rp1.895-Rp2.445 per lembar saham, maka perseroan bakal mendapatkan dana segar sebesar Rp3,02 triliun-Rp3,91 triliun,”Langkah besar ini guna mendukung pengembangan usaha dengan memperoleh dana segar. Di mana dalam tiga tahun dapatkan hasil kinerja yang baik, melebih ekspektasi dari pemegang saham," kata dia di Jakarta, kemarin.

Menurut Hendra, dari dana hasil IPO yang didapatkan perseroan, maka sebesar US$ 216,2 juta akan digunakan untuk membayar utang kepada Archipelago Resouces Plc yang jatuh tempo pada 30 Desember 2014. Selain itu, sebanyak US$ 35,9 juta akan dialokasikan untuk mengakuisisi 99,98% saham PT Smart Mining Resources.

Adapun sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan keperluan perseroan serta entitas anak secara umum dalam membangun fasilitas kantor, mess, dan biaya operasional umum. Demi melancarkan langkah IPO ini, dia menjelaskan, perseroan sudah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Valbury Asia Securities sebagai penjamin emisi efek (underwriter).

Lanjut dia, perseroan menjalankan masa penawaran awal (bookbuilding) pada 12-25 November 2014, tanggal efektif 4 Desember 2014, perkiraan masa penawaran pada 8-9 Desember 2014. Perkiraan tanggal penjatahan pada 11 Desember 2014, perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik 12 Desember 2014, perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan (refund) pada 12 Desember 2014 dan perkiraan tanggal pencatatan listing Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Desember 2014.

Selain itu, dia menambahkan, sebanyak 6,406,500 lembar saham atau 0,4004% dari saham yang ditawarkan dialokasikan dalam rangka program Employee Stock Allocation. Perseroan juga berencana keluarkan saham baru dengan jumlah sebanyak-banyaknya 118.777.500 saham atau 3,0000% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah IPO yang akan dialokasikan dalam rangka program Management and Employee Stock.

Kata Hendra, dalam memuluskan penawaran saham perdananya, perseroan akan menjalankan roadshow internasional ke beberapa negara guna diserap dari investor luar, “Roadshow dijalankan, tawarkan saham ke negara luar Singapura, Malaysia, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Kami jalankan demi tarik investor,”tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Desa Nabung Saham Hadir di Timika dan Lombok - Bidik Investor di Pedalaman

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya untuk mengajak masyarakat Indonesia berinvestasi di…

Pegadaian Bidik Pendapatan Rp12,5 Triliun

      NERACA   Jakarta - PT Pegadaian (Persero) menargetkan pendapatan usaha pada tahun 2018 sebesar Rp12,5 triliun, melonjak…

Rp2.869 Triliun Dana Perbankan Dimiliki Hanya 239 Orang

      NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan sekitar 55,8 persen pemilik rekening…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Danai Pembangunan Infrastruktur - Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Obligasi Sulsel Tunggu Peringkat Pefindo

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional Sulawesi Maluku Papua (Sulampua), Indiarto Budiwitono mengatakan, penerbitan obligasi…

Kebut Ekspansi Bisnis - MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…