DJPT Gelar Bali Tuna Conference di Denpasar

Dukung Perikanan Berkelanjutan

Kamis, 13/11/2014

NERACA

Jakarta – Siapa yang talk kenal dengan tuna? lkan yang satu ini kerap menjadi primadona karena permintaan dan harga pasar yang tinggi di dalam dan luar negeri. Letak Indonesia yang strategis sebagai tempat habitat tuna menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil tuna terbesar di dunia. Namun, sayangnya eksploitasi terhadap ikan primadona ini berdampak pada menurunnya jumlah populasi tuna.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Gellwynn Jusuf mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah terkait dengan penurunan ketersediaan sumberdaya tuna sehingga tidak dapat memenuhi permintaan tuna global yang justru semakin tinggi.

"Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pasar telah menetapkan standar kualitas yang tinggi dan aspek tracebility produk yang semakin ketat yang didesain untuk menjamin ketersediaan stok tuna dan kelangsungan industrinya. Pada akhirnya, persyaratan pasar ini memerlukan aksi yang terintegrasi dengan upaya-upaya untuk mengarus-utamakan perikanan yang berkelanjutan di tingkat hulu," papar Gellwynn dalam keterangan resmi, Rabu (12/11).

Dalam mengatasi tantangan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berinisiatif untuk menyelenggarakan sebuah konferensi yang dapat menjembatani adanya kebutuhan untuk pemenuhan persyaratan pasar dan tindakan pengelolaan yang perlu dilakukan ditingkat hulu.

Maka pada 19-21 November 2014, KKP akan mengadakan acara Bali Tuna Conference yang mengambil tema "Mainstreaming Sustainable Tuna Management in the Asia-Pacific". Bertempat di Ballroom Sheraton Hotel Kuta Bali, konferensi ini dihadiri oleh 400 peserta dan mengundang narasumber dari sejumlah organisasi perikanan tuna internasional dan praktisi tuna nasional.

Acara yang dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ini akan dihadiri oleh delegasi perwakilan organisasi perikanan regional dan internasional, perwakilan negara anggota RFMO, Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, akademisi, peneliti, asosiasi.

“Kegiatan ini diselenggarakan untuk mempromosikan penge,lolaan perikanan tuna Indonesia yang berkelanjutan kepada stakeholder tuna nasionaldan internasional. Pentingnya konferensi ini mengingat Indonesia sebagai penghasil tuna terbesar dunia, sehingga diharapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memberikan ptatform untuk peningkatan peran dan posisi tawar perikanan tuna lndonesia di wilayah Asia-Pasifik dan dunia internasional," tukas Gellwynn.

Gellwynn menambahkan, penyelenggaraan Bali Tuna Conference sebagai langkah maju dari inisiasi World Tuna Conference yang telah diselenggarakan oleh InfoFish pada bulan Mei 2014 lalu di Bangkok. "Secara khusus, disini kami ingin memberikanan penekanan yang lebih besar pada aspek-aspek penguatan operasional manajamen yang diperlukan untuk mengelola perikanan tuna secara berkelanjutan,” jelasnya.

Pada konferensi ini, Indonesia juga akan me-launching "lndonesian Tuna Fisheries Management Plan", diikuti dengan deklarasi komitmen kepatuhan stakeholder tuna lndonesia untuk pelaksanaan rencana aksi tersebut. Hal ini merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk patuh pada aturan pengelolaan dan konservasi tuna internasional.