SAP Indonesia Tumbuh 37%

NERACA – SAP Asia Pasifik Jepang (APJ) mengakhiri kuartal kedua tahun 2011 dengan kinerja terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Pertumbuhan Piranti Lunak di kuartal kedua tahun 2011 yakni sebesar 35%, atau setara 171 juta euro.

Menurut Tim Moylan, President SAP Southeast Asia mengatakan bahwa SAP APJ telah mencatat kinerja terbaik di kuartal kedua dengan dukungan momentum bisnis yang kuat di seluruh wilayahnya. “Kami sangat optimis melihat peluang di sepanjang sisa tahun 2011 dan terus berinvestasi untuk kesuksesan masa depan dengan merekrut industri berkualitas di seluruh wilayah. Bisnis utama kami berkembang pesat, dan pada waktu yang bersamaan, kami bertumbuh secara kuat untuk area-area seperti: In-Memory (HANA), Mobility, dan solusi On-Demand.”

“Pelanggan SAP APJ mengimplementasikan solusi piranti lunak yang semakin inovatif, terbukti dari pertumbuhan jaringan untuk inovasi-inovasi baru SAP yang berkembang semakin pesat. Meskipun teknologi In-Memory SAP baru tersedia secara umum kurang dari sebulan yang lalu, jaringan bisnis global telah mencapai angka lebih dari 400 juta Euro,” lanjutnya.

Di kuartal kedua 2011, pendapatan Piranti Lunak dan Layanan Terkait (Software and Software Related Services) bertumbuh 23%, yakni sebesar 439 juta Euro, sementara pendapatan total menunjukan pertumbuhan sebesar 20% menjadi 513 juta Euro. Untuk periode 6 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2011, pertumbuhan pendapatan dari penjualan Piranti Lunak SAP wilayah APJ telah mencapai 33%, sementara pertumbuhan total dari Piranti Lunak dan Layanan Terkait Piranti Lunak yakni sebesar 21 %, dan Total Pendapatan bertumbuh sebesar 19%. Seluruh angka-angka pertumbuhan dalam siaran pers ini dinyatakan dalam terminologi mata uang konstan Non-PSAK (Non-IFRS) dan diukur berdasarkan periode yang sama pada masa sebelumnya sebagai pembanding.

Secara umum, SAP menunjukan pertumbuhan bisnis yang sehat, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar dua digit selama 6 kuartal berturut-turut dalam Non-PSAK untuk pendapatan Piranti Lunak dan Layanan Terkait (+20% pada mata uang konstan, yakni sebesar 2.711 miliar Euro). Pendapatan Software menunjukan peningkatan 35% sebesar 860 juta Euro.

Kinerja yang baik dari SAP pada semester pertama tahun ini akan membantu perusahaan untuk memenuhi target tahun 2011. Sementara di tahun fiskal 2011, pendapatan Piranti Lunak dan Layanan Terkait Non-PSAK diharapkan dapat meningkat dalam kisaran 10% – 14% pada mata uang konstan, SAP berharap dapat meraih lebih tinggi dari kisaran tersebut. Dengan kata lain, SAP menegaskan kembali bahwa keuntungan operasional non-PSAKnya ada dalam kisaran 4.45 miliar – 4.65 miliar Euro pada mata uang konstan, namun diharapkan dapat meraih keuntungan lebih tinggi dari kisaran tersebut.

Moylan menambahkan strategi inovasi kami adalah untuk menang kami memicu perubahan yang mendasar pada industri TI. Seiring dengan piranti keras tradisional bergerak ke arah cloud, server berbasis in-memory mendefinisikan ulang komputasi berkecepatan tinggi. SAP mendorong perubahan ini. Sebagai hasilnya, kita dapat lihat kuartal kedua ini mencatat kinerja terbaik untuk wilayah Asia Pasifik Jepang dengan pertumbuhan jaringan bisnis yang pesat untuk sisa tahun ini.

“Posisi kita dalam kompetisi belum pernah sebaik ini. Pada kuartal kedua tahun 2011, SAP APJ memenangkan semua kesepakatan bisnis yang besar (2 juta Euro ke atas). Kami merupakan pemimpin pasar untuk Business Intelligence – 1,5 kali lebih besar dari pesaing utama. Kami memiliki piranti lunak tercanggih yakni Business Suite, dengan lebih dari 25 solusi industri yang spesifik. Kami juga mengembangkan kepemimpinan kami di analisis, yang meraih pangsa pasar cukup baik di persaingan bisnis analisis yakni sebesar 22%. Inovasi–inovasi kunci kami, seperti Mobility, dan In-Memory mendapatkan tanggapan yang cukup baik dari pelanggan kami dantelah berkontribusi bagi pertumbuhan pendapatan. Strategi kami untuk mengakselerasi pertumbuhan melalui ekosistem SAP juga telah membuahkan hasil – bisnis secara langsung memperlihatkan pertumbuhan dua digit, dengan peningkatan bisnis partner SAP lebih dari 60% dari tahun ke tahun”, papar Moylan lebih jauh.

Pertumbuhan SAP yang kuat di semester pertama tahun 2011 didasarkan pada bisnis utama yang sehat dan stabil, serta dilengkapi penawaran solusi yang inovatif. Pelanggan mengatakan bahwa SAP menjadi lebih strategis bagi mereka daripada sebelumnya, sekarang mereka dapat berinovasi dalam binis mereka pada bisnis utama yang stabil dan konsisten serta mengambil keuntungan dari teknologi baru seperti In-Memory computing, mobility, dan cloud computing tanpa gangguan.

Sementara, Singgih Wandojo, Operations Director, SAP Indonesia mengungkapan, “Untuk pasar Indonesia, dibanding dengan tahun lalu, SAP Indonesia mencatat pertumbuhan total revenue sebesar 37% Non-PSAK. Untuk kedepannya, solusi Mobility merupakan salah satu solusi yang paling potensial perkembangannya, hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan rata-rata dari smartphone yang meningkat secara signifikan dalam satu tahun ini, yakni 2010-2011. Selain mobility, SAP HANA juga merupakan salah satu solusi yang akan mendorong pertumbuhan SAP di Indonesia.

Related posts