Bekal Para Pemimpin di Indonesia

Indonesia Coaching Movement 2014

Sabtu, 15/11/2014

NERACA

Professor Neuroscience, Justin Kennedy, dari Universitas Pretoria Afrika Selatan mengatakan bahwa dengan pengetahuan dan pelatihan yang tepat, manusia dapat menggunakan pikiran sadarnya untuk mengevolusi cara otak bekerja. Proses ini kemudian mampu meningkatkan cara manusia berpikir, cara bersikap dan cara merasa menjadi lebih baik.

Selaras dengan pemikiran tersebut, Coachnesia, komunitas alumni Ericksonian Coach Indonesia belum lama ini menggelar gerakan sosial bertajuk Indonesia Coaching Movement (ICM) di Balai Kartini, Jakarta, pada Rabu 5 November 2014 lalu. Gerakan social non-profit ini digelar untuk pertama kalinya sebagai panggilan bagi para coach, pemimpin, penggerak komunitas dan pembuat keputusan di Indonesia.

Berbagai sesi pembekalan teknik coaching disajikan untuk seluruh 200 peserta yang hadir. Tidak tanggung-tanggung, Coachnesia menghadirkan 20 coaches berpengalaman di bidangnya untuk membimbing seluruh peserta.

Para coaches berbagi tentang penggunaan teknik coaching untuk pengembangan diri dan penciptaan ide di berbagai aspek, seperti kepemimpinan, pendidikan, bisnis, wealth, olahraga dan kesehatan, humas, ekonomi kreatif, dan lainnya dengan menggunakan metode Solution Focused Coaching yang berfokus pada solusi yang dihasilkan dalam menyelesaikan berbagai tantangan. Metode ini diyakini dapat memunculkan potensi terpendam dan kreativitas dari para pemimpin sehingga mampu berpikir dan bertindak lebih baik.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menciptakan dampak yang lebih baik dan berkesinambungan bagi semua pemimpin dan lingkungan sekitarnya, sehingga mendukung Indonesia menjadi lebih baik,” ujar Dr. Irzan Nurman MS (BioMed.Eng), MSc, Acp, CI, CCP, MNLP yang merupakan Chairman dari Indonesia Coaching Movement 2014

Dengan demikian kebutuhan terhadap coaching di Indonesia sebagai negara di Asia terpenuhi. Sebagaimana data ICF pada tahun 2012 tentang Global Coaching Study menunjukkan bahwa coaching di Asia baru terpenuhi sebanyak 7% dari populasi sebesar 55,4%. Kondisi ini membuat Asia menduduki peringkat terakhir dibandingkan dengan Eropa Barat yang berada di peringkat atas.

Masih seiring dengan dengan tujuan utama diatas, manfaat lain yang dapat diperoleh oleh para peserta adalah keikutsertaan berbagai merk nasional dalam kegiatan ini, yang merupakan peluang untuk memperluas jaringan bisnis dan profesi peserta. Kegiatan ICM 2014 ini juga merupakan awal dari rangkaian kegiatan di Indonesia dan bagian dari berbagai kegiatan serupa yang diselenggarakan di 45 negara di dunia, menuju kegiatan global “World Game 2016”, sehingga semakin memperluas peluang pemasaran merek di tingkat global.

“ICM 2014 ini menjadi penghantar bagi para pemimpin Indonesia menuju World Game 2016, yang direncanakan digelar di Bali, Indonesia,” kata Lyra Puspa, Pendiri dan Presiden Vanaya Institute, Business & Wealth Coaching.