Kampanye Edukasi Masyarakat L'Oréal Unveils

Sabtu, 15/11/2014

NERACA

L’Oréal Indonesia mengumumkan kemitraannya dengan Badan POM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI) dan PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia) dalam peluncuran program L’Oréal Unveils bertemakan “Kampanye Edukasi Masyarakat Tentang Perlindungan Terhadap Sinar UV (Ultraviolet)”. Ketiga organisasi tersebut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta.

Presiden Direktur PT L’Oréal Indonesia, Vismay Sharma menuturkan, memahami potensi bahaya yang dapat disebabkan oleh sinar UV dari matahari, menjadi awal bagi grup L’Oréal untuk memulai pengembangan teknologi perlindungan terhadap sinar UV di dunia di tahun 1935 sehingga menjadikannya salah satu fokus strategis pada pusat Riset & Inovasi (R&I) L’Oréal sampai saat ini. Perlindungan terhadap sinar UV menjadi semakin penting bagi masyarakat Indonesia,yang hidup di daerah tropis dan secara geografis terletak di garis khatulistiwa dengan indeks sinar UV rata-rata tertinggi di Asia

“Atas dasar inilah kami mengapresiasi Badan POM dan PERDOSKI yang menyambut gembira akan kemitraan jangka panjang ini untuk bersama-sama menyibak tabir dan meningkatkan pengetahuan masyarakat akan sinar UV, pentingnya melindungi diri dari dampak-dampak yang dapat disebabkan, serta mendukung program pemerintah akan pengawasan terhadap produk-produk yang tepat dan bermanfaat bagi perlindungan kulit dari sinar UV,” ujar dia

Fase pertama kampanye ini diawali melalui konferensi edukasi serta peluncuran video kampanye edukasi masyarakat yang akan disebarluaskan secara digital untuk menjangkau khalayak Indonesia secara lebih luas. Pada video kampanye edukasi L’Oréal Unveils dipaparkan secara deskriptif dan mudah dicerna seluruh aspek dari sinar UV, intensitasnya di Indonesia, potensi dampaknya terhadap kulit, serta cara perlindungan yang dapat dilakukan.

“Badan POM memiliki peran aktif untuk melibatkan konsumen Indonesia dalam berbagai program edukasi agar masyarakat selalu memilih produk teregistrasi yang aman untuk digunakan,” kata Drs. T. Bahdar J. Hamid, Apt., M.Pharm., Plt. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan PK Badan POM mewakili Kepala Badan POM

Pada video tersebut dijelaskan bahwa radiasi sinar UVB yang masuk ke bumi dengan mudah dapat dihambat oleh bangunan berjendela dan awan, sedangkan radiasi sinar UVA dapat menembus kaca jendela sehingga sinar UVA berpotensi memberikan dampak yang lebih besar pada lapisan kulit yang lebih dalam. Perlindungan terhadap kedua sinar UV tersebut pada produk tabir surya ditunjukkan oleh SPF (Sun Protection Factor) sebagai lambang yang menunjukkan indikator perlindungan terhadap sinar UVB, serta PA (Protection Grade of UVA) sebagai indikator perlindungan terhadap sinar UVA.

“Melalui kemitraan pada program L’Oréal Unveils, kami berharap untuk dapat memberikan informasi yang lengkap tentang potensi risiko paparan sinar UV kepada masyarakat melalui program edukasi yang efektif dan efisien,” jelas Dr. Sri Ellyani, Sp. KK., Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PERDOSKI, mewakili Ketua PERDOSKI.