Literasi Keuangan Harus Jangkau Desa Terpencil

Rabu, 12/11/2014

NERACA

Jakarta - Pendiri Nation and Character Building Institute, Juliaman Saragih, berharap program edukasi dan sosialisasi literasi keuangan yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan tidak hanya menjadi‘program berlian’ saja namun menjadi satu-kesatuan kebijakan strategis Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla yang menjangkau titik-titik desa terpencil di seluruh wilayah Indonesia.

“Kesuksesan program edukasi dan sosialisasi literasi keuangan menjadi petunjuk kuat ke arah perwujudan salah satu Cita Tri Sakti, yakni berdikari di bidang ekonomi, dan sembilan agenda prioritas (Nawacita) Jokowi-JK,” ujar Juliaman, dalam Seminar Literasi Keuangan PT Indolife Pensiontama, di Jakarta, Selasa (11/11).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, program edukasi keuangan ini menjadi penting bukan hanya terkait langsung dengan upaya mobilisasi dana masyarakat melalui industri keuangan nonbank (IKNB), tetapi juga pembiayaan pembangunan jangka panjang melalui berbagai produk dan jasa keuangan.

“Ini (program literasi keuangan) membuka peluang semua komponen bangsa turut bertanggungjawab memikul beban sosial pembangunan,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Indra HS, selaku Head of Actuarial and Marketing ManagerPT Indolife Pensiontama, menegaskan bahwa perusahaannya siap mensukseskan program edukasi dan literasi keuangan OJK.

“Kesiapan kami tidak hanya dengan menggerakkan seluruh perangkat jaringan bisnis Indolife juga didukung dengan berbagai produk yang inovatif dan bernilai tambah serta kekuatan keuangan yang handal dan sumber daya manusia yang berkualitas. Meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah adalah misi dan komitmen bisnis kami,” jelas Indra.

Sementara Titi Basriyati, Penggerak Perempuan Jakarta yang juga menjadi peserta seminar mengatakan, penting dan strategisnya membangun ruang edukasi dan sosialisasi ‘melek keuangan’ untuk dan diantara perempuan serta ibu rumah tangga.

“OJK dan pemerintah perlu membingkai pesan edukasi dan literasi keuangan ini dalam program pemberdayaan dan penguatan perempuan Indonesia untuk lebih maju, mandiri, produktif serta terhormat sebagai penjaga moral, tradisi, budaya dan peradaban,” tandasnya. [ardi]