Kuartal III, Rugi Indosat Berkurang 25,09%

PT Indosat Tbk (ISAT) mampu menurunkan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk hingga kuartal III 2014. Rugi perseroan turun sekitar 25,09% menjadi Rp 1,32 triliun pada kuartal III 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,76 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, pendapatan perseroan turun tipis 0,46% menjadi Rp 17,71 triliun pada kuartal III 2014. Kontribusi pendapatan dari seluler merosot 1,3% menjadi Rp 14,29 triliun hingga kuartal III 2014. Namun kontribusi pendapatan dari multimedia, komunikasi data, internet (MIDI) naik menjadi Rp 2,59 triliun.

Perusahaan telekomunikasi ini mampu mengurangi rugi bersih didukung dari laba kurs yang diperoleh sebesar Rp 145,84 miliar pada kuartal III 2014 dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 39,08 miliar. Pendapatan bunga naik menjadi Rp 106,73 miliar hingga kuartal III 2014.

Dengan melihat kondisi itu, perseroan mencatatkan rugi per saham dasar yang diatribusikan ke pemilik perusahaan menjadi Rp 243,47 pada kuartal III 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 325,04. Total liabilitas tercatat menjadi Rp 37 triliun pada 30 September 2014 dari periode 31 Desember 2013 sebesar Rp 38 triliun. Perseroan mengantongi kas sebesar Rp 2,33 triliun.

Pada perdagangan saham kemarin, pukul 11.45 WIB, saham ISAT naik 0,29% menjadi Rp 3.490 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 203 kali dengan nilai transaksi Rp 1,1 miliar. Sebelumnya, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Indosat tahap I tahun 2014 untuk melunasi utang akibat rugi kurs. Disebutkan, perseroan menawarkan kupon obligasi kelanjutan tersebut sekitar Rp 9% sampai 10,85%.

Presiden Direktur Indosat, Alexander Rusli pernah bilang, nilai emisi obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,2 triliun. Instrumen utang ini merupakan bagian dari rencana pendanaan perusahaan dalam langka pelunasan sebagian dan seluruhnya (refinancing) salah satu atau beberapa pinjaman dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat,”Selain digunakan untuk refinancing, dana obligasi akan kami gunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan lebih lanjut,”ujarnya. (bani)

BERITA TERKAIT

FREN Rilis Obligasi WK III Rp 15 Triliun

PT Smartfren Tbk (FREN) akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III sebanyak-banyaknya Rp15 triliun melalui mekanisme penempatan terbatas secara…

Bisnis Angkutan Bis Lorena "Tidak Bertenaga" - Catatkan Rugi Rp 17,66 Miliar

NERACA Jakarta – Performance kinerja keuangan PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) masih membukukan raport merah. Ketatnya persaingan bisnis…

Komisi III DPR Minta KPK Serius Hilangkan Budaya Korupsi

Komisi III DPR Minta KPK Serius Hilangkan Budaya Korupsi NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…