Dana Kelola State Investment Rp 6,5 Triliun

Rabu, 12/11/2014

Anak Usaha Commonwealth Bank Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan investasi, PT First State Investment hingga kuartal-III 2014 mencatatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp 6,5 triliun. Mayoritas atau sebesar 80% berupa reksa dana saham (ekuitas) dan 20% merupakan obligasi (bond) dan pasar uang (money market).

Adapun dari kinerja sektoral, sektor infrastruktur masih memberikan kontribusi positif di tengah kondisi pasar yang cenderung flat akibat pelemahan ekonomi Indonesia,”Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) masih bagus, tapi secara umum pasar flat beberapa bulan terakhir, apalagi menjelang akhir tahun asing justru clean up portofolio mereka dengan melakukan aksi take profit (ambil untung)," kata Head of Equity First State Investment Hazrina R Dewi di Jakarta, Selasa (11/11).

Namun Hazrina menilai meredanya tensi di parlemen menyusul perdamaian antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berdampak positif di market. "Itu membuat upside risk-nya lebih besar. Artinya waktu bagi investor untuk meningkatkan investasinya, mungkin lebih didiversifikasi lagi investasinya, misal ke sektor resources seperti mining dan plantation," tambahnya.

Lebih lanjut, Hazrina menilai pasar reksa dana tahun depan masih dipengaruhi harga komoditas dan situasi politik. Ia mencontohkan ditemukannya cadangan shale gas di Amerika Serikat (AS) telah merubah struktur pasar, menekan harga minyak internasional hingga di bawah US$ 70 per barrel.

Di satu sisi, situasi politik yang nampak membaik membuat iklim investasi semakin kondusif sehingga investor berdatangan. Dikabarkan Rusia akan menginvestasikan US$ 500 juta untuk pembangunan smelter di Indonesia tahun depan."Kalau mereka investasinya di listed company, tentu pengaruhnya semakin positif, produk dan margin perusahaan bisa meningkat sehingga secara tidak langsung turut meningkatkan investasi di pasar modal," tuturnya. (bani)