Dana Kelola State Investment Rp 6,5 Triliun

Anak Usaha Commonwealth Bank Indonesia yang bergerak di bidang pengelolaan investasi, PT First State Investment hingga kuartal-III 2014 mencatatkan dana kelolaan (asset under management/AUM) Rp 6,5 triliun. Mayoritas atau sebesar 80% berupa reksa dana saham (ekuitas) dan 20% merupakan obligasi (bond) dan pasar uang (money market).

Adapun dari kinerja sektoral, sektor infrastruktur masih memberikan kontribusi positif di tengah kondisi pasar yang cenderung flat akibat pelemahan ekonomi Indonesia,”Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) masih bagus, tapi secara umum pasar flat beberapa bulan terakhir, apalagi menjelang akhir tahun asing justru clean up portofolio mereka dengan melakukan aksi take profit (ambil untung)," kata Head of Equity First State Investment Hazrina R Dewi di Jakarta, Selasa (11/11).

Namun Hazrina menilai meredanya tensi di parlemen menyusul perdamaian antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) berdampak positif di market. "Itu membuat upside risk-nya lebih besar. Artinya waktu bagi investor untuk meningkatkan investasinya, mungkin lebih didiversifikasi lagi investasinya, misal ke sektor resources seperti mining dan plantation," tambahnya.

Lebih lanjut, Hazrina menilai pasar reksa dana tahun depan masih dipengaruhi harga komoditas dan situasi politik. Ia mencontohkan ditemukannya cadangan shale gas di Amerika Serikat (AS) telah merubah struktur pasar, menekan harga minyak internasional hingga di bawah US$ 70 per barrel.

Di satu sisi, situasi politik yang nampak membaik membuat iklim investasi semakin kondusif sehingga investor berdatangan. Dikabarkan Rusia akan menginvestasikan US$ 500 juta untuk pembangunan smelter di Indonesia tahun depan."Kalau mereka investasinya di listed company, tentu pengaruhnya semakin positif, produk dan margin perusahaan bisa meningkat sehingga secara tidak langsung turut meningkatkan investasi di pasar modal," tuturnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Bukaka Targetkan Kontrak Rp 7,92 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur memacu PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi.…

WIKA Gedung Raih Order Book Rp 11,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kinerja positif dengan meraup order…

Trimuda Nuansa Bidik Dana IPO Rp 27 Miliar - Bangun Gudang Baru

Bangun Gudang Baru di Karawang   NERACA Jakarta – Bila tidak ada aral melintang, PT Trimuda Nuansa Citra akan menggelar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mobil88 Targetkan Penjualan Tumbuh 15%

Jelang musim mudik Lebaran, tren penjualan mobil bekas kembali meningkat. Hal itu bahkan sudah terlihat sejak sebelum datangnya bulan Ramadan,…

Sritex Bagikan Total Dividen Rp 163,6 Miliar

NERACA Jakarta – Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham (RUPS), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)  atau Sritex memutuskan untuk…

Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang - Trias Join Venture Perusahaan Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…