Akhir Tahun, Emiten Properti Rilis Proyek Baru

Rabu, 12/11/2014

NERACA

Jakarta - Meskipun industri properti saat tengah mengalami perlambatan, namun tidak mempengaruhi ekspansi bisnis emiten properti yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sepanjang bulan November 2014 ada beberapa proyek yang diluncurkan oleh tiga emiten properti atau sama dibandingkan proyek pada Oktober 2014,”Kami mencatat ada beberapa proyek baru di pipeline untuk November," kata analis PT Mandiri Sekuritas, Rizky Hidayat, dalam risetnya, Selasa (11/11).

Dia mengatakan, proyek baru tersebut adalah milik PT Citra Maja Raya, salah satu anak usaha PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Hingga kini, calon konsumen yang berminat mencapai 4.000 orang dengan target marketing sales diprediksi sebesar Rp 600 miliar.

Sementara proyek kedua di bulan November adalah apartemen PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) di Serpong. Summarecon meluncurkan dua tipe menara, yaitu Midtown Signature dengan harga mulai Rp 20 juta per m2 dan Midtown Residence mulai Rp 14 juta per m2. Adapun calon konsumen midtown apartment telah mencapai 4.000 peminat.

Riset tersebut menyatakan, proyek ketiga adalah Orange County milik PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang meluncurkan 300 unit dengan calon konsumen mencapai 400 orang. Adapun peluncuran properti bulan Oktober 2014 hanya dilakukan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). PWON meluncurkan Anderson Tower, sebagai bagian Pakuwon Indah fase 4. Unitnya berukuran 20-60 m2 dengan rerata harga jual sebesar Rp 21 juta m2. "Berdasarkan keterangan agen marketing, penjualan menara itu sukses dan 60 persen dari total unitnya sudah terjual," kata riset tersebut.

Sepanjang Januari-Oktober 2014, marketing sales Pakuwon mencapai Rp 2,6 triliun. Dengan dimasukannya proyek Anderson, maka marketing sales emiten yang berbasis di Surabaya ini telah mencapai 85% dari target marketing sales tahun ini.

Adapun BSD merilis dua proyek baru bulan lalu yakni apartemen Casa de Parco, menara Gardenia. Ukuran unitnya berkisar 26 m2 dengan harga Rp 400 juta untuk tipe studio hingga 60 m2 (apartemen dua kamar seharga Rp 1 miliar). Harga jual rata-rata Rp 15-Rp 18 juta per m2. "Penelusuran kami mengindikasikan dari 359 unit, sekitar 70-80 persen sudah terjual," kata riset Mandiri.

Riset Mandiri menyebutkan, marketing sales menara Gardenia bisa mencapai Rp 180 miliar-Rp 200 miliar. BSDE juga meluncurkan royal blossom dan blossom-ville dengan harga per unit Rp 2 miliar dan harga jual rerata Rp 10 juta-Rp 12 juta per m2. "Kami memprediksi marketing sales proyek ini sekitar Rp 200 miliar dan 50 persen sudah terjual," kata dia.

BSD pada periode Januari-Oktober 2014 mencatat marketing sales sekitar Rp 5,4 triliun, atau 90 persen dari target marketing sales 2014. Sementara PT Modernland Realty Tbk (MDLN) meluncurkan Cluster Thames di Jakarta Garden City bulan lalu. Awalnya perusahaan hanya merilis 300 unit klaster South Thames, tetapi karena permintaan luar biasa maka ditambah menjadi 550 unit. Produknya dibanderol Rp 1,2 -Rp 2 miliar per unit.

Modernland membukukan marketing sales sebesar Rp 805 miliar dari peluncuran itu. "Kami memprediksi marketing sales Modernland sepanjang 10 bulan pertama 2014 mencapai Rp 3,1 triliun, sekitar 82% dari target perseroan tahun ini,”ujarnya. (bani)