Combiphar Genjot Rebranding Produk

Ingin Terus Dominasi Pasar Obat Batuk Nasional

Rabu, 12/11/2014

NERACA

Jakarta – Produsen obat batuk merek OBH, Combiphar terus menggenjot kampanye rebranding produk untuk menggenjot penjualannya di masyarakat. Saat ini, combiphar masih mendominasi pasar obat batuk nasional dengan menguasai segmen konsumen kelas menengah ke bawah.

Salah satu bentuk kampanye yang gencar dilakukan combiphar adalah program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/ CSR)."Kami akan terus meningkatkan program CSR agar lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat," kata VP Marketing Consumer Health and Wellness Combiphar, Weitarsa Hendarto dalam acara gathering di Jakarta, Senin.

Combiphar juga mengumumkan pemenang lomba karya jurnalistik dengan tema batuk yang mengganggu. Menurut Weitarsa, program CSR yang telah dilaksanakan combiphar bersifat menggugah dan mendorong masyarakat agar menjalankan gaya hidup sehat. Salah satunya yang telah dilaksanakan, beber Wietarsa, adalah melalui pembagian masker secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Dia menambahkan, Combiphar juga turut memperhatikan dunia pendidikan, salah satu yang dilaksanakan memberikan bantuan sarana dan prasarana olah raga bagi sekolah sekolah. Weitarsa mengutarakan, penyelenggaraan lomba karya jurnalistik juga ditujukan untuk memberikan edukasi mengenai gaya hidup sehat melalui media massa. Weitarsa mengaku, seleksi karya jurnalistik yang menjadi pemenang sangat ketat mengingat karya yang masuk sangat banyak.

Panitia menetapkan empat pemenang setelah sebelumnya menyeleksi 40 karya jurnalistik yang dianggap memenuhi persyaratan. Karya yang menjadi pemenang diantaranya Kenali Penyebab Batuk Sebelum Menggunakan Obat Yang Tepat dari Tabloid Bintang, Jangan Abaikan Batuk dari Surat Kabar Media Indonesia, Jangan Anggap Enteng Batuk dari Tribun Net, dan Gaya Hidup Tidak Sehat Dapat Memicu Batuk dari Investor Daily. Combiphar menunjuk dua praktisi media yakni Ahmed Kurnia dan Aris Kelana untuk menyeleksi karya-karya jurnalistik yang masuk.