Pendapatan Tower Bersama Tumbuh 24,4%

Rabu, 12/11/2014

NERACA

Jakarta – Pada kuartal tiga 2014, perusahaan penyedia infrastruktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencatatkan pendapatan Rp 2,43 triliun, naik 24,4% dari periode yang sama setahun lalu. Adapun Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) naik 24,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp 2 triliun.

Pendapatan hingga kuartal-III 2014 mencapai Rp 3,4 triliun atau naik 26,4% dari periode penuh tahun lalu, sementara EBITDA naik 26,7%dari periode penuh tahun 2013 menjadi Rp 2,8 triliun. Perusahaan menambah 1.774 site telekomunikasi built to suit baru selama periode sembilan bulan tahun 2014, menambah total site telekomunikasi yang dimiliki perusahaan menjadi 11.686 site,"Pertumbuhan ini hampir setara dengan pertumbuhan site yang dicapai di tahun penuh 2013. Di kuartal ini, kami juga menandatangani perjanjian penukaran saham dengan PT Telkom atas saham di PT Dayamitra Telekomunikasi yang akan mempererat hubungan kami dengan Telkom," kata CEO TBIG Hardi Wijaya Liong.

Per 30 September 2014, TBIG memiliki 18.802 penyewaan dan 11.686 site telekomunikasi, terdiri dari 10.623 menara telekomunikasi, 967 shelter-only, dan 96 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 17.739, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) perusahaan menjadi 1,67.

Sementara total pinjaman (debt) jika dirupiahkan mencapai Rp 13,51 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp 9,65 triliun. Dengan saldo kas sebesar Rp 584 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp 12,9 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) menjadi Rp 9,06 triliun.

Rasio pinjaman senior bersih (net senior debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 3,24x, dan rasio pinjaman bersih (net debt) terhadap EBITDA triwulan ketiga yang disetahunkan adalah 4,63x. Ini berarti TBIG masih mempunyai ruang untuk pendanaan lebih lanjut berdasarkan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman perseroan serta obligasi beredenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dan Rupiah.

Tahun ini perseroan menargetkan menambah sebanyak 3.300-3.500 penyewa (tenant) baru. Hingga akhir tahun lalu perseroan memiliki sebanyak 16.000 tenant.Artinya, sampai akhir tahun tenant milik TBIG akan mencapai sebanyak 19.300-19.500 tenant.

Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Helmy Yusman pernah bilang, di semester pertama tahun ini perseroan telah berhasil untuk menambah sekitar 1.500 tenant baru sehingga pada Maret 2014 sudah ada 17.500 tenant,”Kuartal-I kita tambah 750 tenant.Kuartal 2 juga sekitar itu 750 tenant. Tidak jauhlah, mungkin lebih sedikit. Target 3.00-3.500 tenantdan sampai tengah tahun sudah 1.500 lebih tenant," jelasnya.

Menurut Helmy, perseron berharap pertumbuhan jumlah tenant ini akan dapat diperoleh dari pertumbuhan secara organik dengan membangun tower sendiri dibandingkan mengakusisi,”Kita lebih senang organik growth karena lebih murah, tapi kalau akuisisi harga terjangkau dan masih profit kita ambil. Tapi, kalau mahal banget mendingan kita organik growthsaja. Karena organik growth kita juga bisa tambah 3.000 maksudnya bukan berarti kita tidak akuisisi kita tidak bisa growth. Misalkan, tambah 3.000 tenant not badbegitu. Jadi, kita akan meneruskan pertumbuhan organik growth sebagai backbone kita," ujarnya.(bani)