Target Terpenuhi, Lelang Ditiadakan

NERACA

Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan mengungkapkan target pembiayaan APBN yang bersumber dari penerbitan Sukuk Negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di pasar perdana dalam negeri untuk tahun 2014 telah mencapai target.

Berdasarkan keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang melalui keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/11), sehubungan dengan telah terpenuhinya target pembiayaan dalam APBN Tahun 2014 yang bersumber dari SBSN, maka lelang yang akan dilaksanakan pada Selasa (11/11) atau hari ini, ditiadakan.

Pemerintah secara rutin melaksanakan lelang SBSN atau Sukuk Negera selama 2014 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN Tahun 2014.

Sesuai dengan jadwal pelaksanaan lelang SBSN tahun 2014, pada Selasa (11/11), pemerintah akan melakukan lelang penjualan SBSN atau Suku Negara, namun karena alasan sudah terpenuhinya target maka lelang pada tanggal itu ditiadakan. [ardi]

BERITA TERKAIT

BEI Lelang Tiga Kursa Anggota Bursa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melelang tiga kursi Anggota Bursa (AB) yang akan dilaksanakan pada 1 Maret 2018. Direktur Utama…

KOTA SUKABUMI - Realisasi PMA dan PMDN Melebihi Target

KOTA SUKABUMI  Realisasi PMA dan PMDN Melebihi Target NERACA Sukabumi - Sampai dengan akhir tahun 2017, total realisasi investasi baik…

Anak Muda Palu Diajak Tolak Jadi Target Industri Rokok - Terinspirasi “Tadulako Mild”

Anak Muda Palu Diajak Tolak Jadi Target Industri Rokok Terinspirasi “Tadulako Mild” NERACA Jakarta - Warrior FCTC mengajak anak muda…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…