Menaker Temui Buruh - Tuntut Kenaikan Upah

NERACA

Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menemui ribuan buruh yang berunjuk rasa menentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak Bersubsidi dan meminta kenaikan upah layak di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (10/11).

"Saya sengaja menyempatkan ke sini dan ini bukti pemerintah serius dengan hubungan industri dan tenaga kerja. Apapun persoalan yang berkembang, tentu kita akan fasilitasi dengan sebaik-baiknya. Hak-hak pekerja harus menjadi perhatian," ujar Hanif, ketika melakukan orasinya di atas truk terbuka di hadapan buruh.

Dia melakukan dialog dengan beberapa organisasi buruh yang sedang berdemo dan menegaskan bahwa pemerintah sangat serius meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat.

Namun untuk mewujudkan kondisi sejahtera tersebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri begitu pun sebaliknya buruh sehingga Hanif berharap terjadinya kesepahaman antara kedua belah pihak dalam mencarikan solusi.

Hanif juga mengatakan pemerintah tidak akan mungkin mengambil keputusan yang menyengsarakan buruh dan meminta serikat pekerja untuk mau duduk bersama dengan pemerintah untuk menemukan solusi bagi persoalan buruh.

Sementara itu, Pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia meminta kenaikan upah sebesar Rp500 ribu dari untuk wilayah industri Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

"Kami menuntut kenaikan upah sebesar Rp500 ribu dari jumlah upah tahun ini, khsususnya untuk wilayah industri Jabodetabek dan kota lainnya," kata Sekretaris Jendral KSPI, Muhammad Rusdi.

Dia mengatakan buruh yang tergabung dalam berbagai elemen satu suara untuk meminta kenaikan upah sebesar Rp500 ribu di wilayah industri.

Selain itu tuntutan buruh lainnya adalah menolak kenaikan bahan bakar minyak bersubsidi yang diwacanakan pemerintah.

"Apalagi kenaikan upah tahun 2015 belum mempertimbangkan kenaikan harga BBM bersubsidi," tambahnya.

Selain Jabodetabek tambah Rusdi, kota industri lainnya yang minta kenaikan upah sebesar Rp500 ribu yakni Karawang, Purwakarta, Cimahi, Surabaya, Batam dan Makassar.

Jumlah upah yang diminta para buruh diberlakukan pada 2015 sebesar Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per bulan. [ardi]

BERITA TERKAIT

74 Perusahaan di Kudus Terapkan Struktur Skala Upah - Dari 150 Perusahaan

NERACA Kudus - Baru sebanyak 74 perusahaan dari sekitar 150 perusahaan menengah dan besar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang…

KENAIKAN LABA BERSIH MANDIRI

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo (tengah) bersama Direktur Treasury dan International Banking Darmawan Junaidi (kiri), Direktur IT dan Operation…

Sri Mulyani : Denyut Ekonomi Menunjukkan Ada Kenaikan

NERACA Jakarta – Masih besarnya tumpuan negara dalam mendanai defisit anggaran lewat pajak, mendorong pemerintah untuk gencar mencari sumber potensi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Klaim Tenaga Kerja Asing Masih Terkendali

  NERACA   Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyatakan jumlah tenaga kerja asing di Indonesia per akhir 2017…

Darmin : Pelemahan Rupiah Tidak Cerminkan Fundamental Ekonomi

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar…

BEKRAF Kuatkan Ekosistem Industri Kopi Indonesia

  NERACA   Jambi - Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) kembali bekerja sama dengan Masyarakat Kopi Indonesia (MKI) untuk mengadakan workshop…