Kapitalisasi Pasar Modal Tumbuh 652,44% - Gelar Genta Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Komitmen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan peran serta investor lokal bertransaksi saham di pasar modal dalam rangka pendalaman pasar modal mulai menuai hasil dengan peningkatan kapitalisasi pasar saham di BEI, pertumbuhan jumlah emiten hingga pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) khususnya dalam 10 tahun terakhir yang cukup signifikan.

Direktur Pengembangan BEI, Friderica Widyasari Dewi menyebutkan, berdasarkan data BEI dalam 10 tahun terakhir, kapitalisasi pasar BEI mengalami peningkatan signifikan sebesar 652,44% dari Rp 679,94 triliun di akhir 2004 menjadi Rp 5.116,20 triliun di akhir September 2014. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah emiten yang naik 331 emiten di akhir 2004 menjadi 502 emiten sampai dengan 7 September 2014.

Selain itu, level IHSG pun ikut menguat sebesar 413,63% dari 1.000,233 poin di akhir 2004 menjadi 5.137,579 poin di akhir September 2014,”Penguatan indikator pasar modal tersebut tidak terlepas dari peran regulator pasar modal yang terus berupaya memperkuat basis investor domestik agar pasar modal Indonesia punya daya tahan ketika menghadapi krisis,”ujarnya di Jakarta, Senin (10/11).

Dia mengungkapkan, peningkatan jumlah kelas menengah Indonesia yang saat ini diperkirakan lebih dari 100 juta orang diharapkan menjadi faktor pendorong peningkatan jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia,”Untuk meningkatkan jumlah investor domestik diperlukan program sosialisasi yang tepat sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk berinvestasi terutama di pasar modal Indonesia,”tuturnya.

Maka guna mengali potensi investor domestik dalam berinvestasi di pasar modal, pihak BEI menggelar Gerakan Nasional Cinta (Genta) Pasar Modal pada 12 November mendatang, sebagai sosialisasi dan pendalaman investor pasar modal Indonesia. Dalam acara tersebut, BEI akan menggaet 5.000 investor baru melalui pencatatan Single Investor Identification (SID) dari kalangan mahasiswa di lebih dari 50 institusi kampus di Indonesia.

Selain itu, BEI juga akan meluncurkan produk Sahamku dan Reksadanaku, dimana hanya dengan Rp 100.000 masyarakat sudah bisa menjadi investor pasar modal, baik yang bertransaksi secara langsung maupun melalui reksa dana,”Genta pasar modal dapat meningkatkan jumlah investor dan nilai transaksi bagi Anggota Bursa (AB) maupun Manajer Investasi (MI) serta meningkatkan jumlah pemegang saham publik bagi emiten," kata Frederica.

Acara bertajuk "Cerdas Investasiku, Cerah Masa Depanku" tersebut juga akan dimeriahkan sejumlah artis seperti RAN, Raisa, Nidji, Piyu, Edwin, Jhody serta Cak Lontong. Genta pasar modal terselenggara atas kerja sama berbagai pihak seperti BEI, PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI, Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia (APPMI), serta Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). (bani)

BERITA TERKAIT

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM

Pemkot Palembang Salurkan Bantuan Modal 1.000 UMKM NERACA Palembang - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mengucurkan bantuan modal kepada 1.000 usaha…

Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik…

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga

Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN Area Sukabumi Gelar Apel Siaga NERACA Sukabumi - Jelang Natal dan Tahun Baru, PLN…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Desa Nabung Saham Hadir di Monokwari

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mencanangkan "Desa Nabung Saham" di wilayah Kabupaten Manokwari, Papua Barat,”Desa Nabung Saham akan dibentuk…

BEI Suspensi Perdagangan Saham MNCN

Mengendus adanya transaksi yang mencurigakan melalui Nomura Sekuritas Indonesia, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) mengajukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan…

Link Net Targetkan 150 Ribu Pelanggan

Kebutuhan jaringan internet di Indonesia memacu PT Link Net Tbk (LINK) gencar ekspansi jaringan. LINK optimistis bisa memenuhi target 2,8…