Dana Kelolaan BTN Prioritas Capai Rp11 Triliun

Selasa, 11/11/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil memperoleh dana kelolaan layanan BTN Prioritas mencapai Rp11 triliun hingga Oktober 2014. Sampai akhir tahun dana nasabah kaya yang dikelola BTN diyakini bisa mencapai Rp13 triliun.

“Sampai September mencapai Rp10,6 triliun dana BTN Prioritas, pada Oktober kami yakin telah mencapai Rp11 triliun. Ini pencapaian yang luarbiasa, padahal BTN Prioritas baru diluncurkan pada tahun 2010,” ujar Direktur Utama BTN Maryono, usai meresmikan kantor layanan prioritas Bank BTN Pondok Indah, Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, saat ini nasabah kaya yang bergabung dengan BTN Prioritas sebanyak 9.600 nasabah. Hingga akhir tahun tidak menutup kemungkinan jumlah nasabah bisa bertambah mencapai 10.000 orang. Untuk menggaet nasabah kaya tersebut, Maryono mengaku BTN akan terus melakukan ekspansi dengan membuka layanan BTN Prioritas di berbagai daerah salah satunya Pondok Indah, Jakarta yang merupakan kantor layanan prioritas yang ke-30.

“Kantor layanan prioritas kali ini dibuka di wilayah Pondok Indah. Salah satu kawasan di wilayah Jakarta Selatan dengan perputaran uang cukup tinggi. Kami harus berani masuk ke semua ruang bisnis di semua wilayah yang berpotensi dapat ditingkatkannya Dana Pihak Ketiga perseroan. Pondok Indah menjadi pilihan setelah kami melihat ada potensi layanan prioritas Bank BTN dapat bersaing di wilayah ini,” katanya.

Tahun ini, lanjut Maryono, BTN masih akan membuka empat layanan BTN Prioritas antara lain di Medan, Mataram, Kelapa Gading dan Sudirman, Jakarta. Sedangkan tahun depan direncanakan 10 outlet BTN Prioritas akan dibuka kembali.

Maryono menjelaskan, pertumbuhan dana yang dihimpun Bank BTN pada triwulan III/2014 tumbuh di atas rata-rata industri. Ini menununjukkan pasar menerima dengan baik atas produk dan layanan BTN. Ini pula berarti peluang penghimpunan dana masyarakat masih dapat digali. Potensinya masih sangat besar jika melihat jumlah uang berputar di Indonesia itu 70% berada di Jakarta. “Oleh karena itu kami optimistis BTN Prioritas Pondok Indah dapat diterima oleh masyarakat dan pelaku bisnis di wilayah Pondok Indah,” paparnya.

Menurut Maryono, BTN akan terus melakukan berbagai terobosan untuk memperkuat struktur pendanaan perseroan. Tujuan akhirnya adalah tersedianya dana ritel yang berbiaya murah untuk mendukung ekspansi kredit yang kompetitif di pasar. ”BTN Prioritas Pondok Indah diharapkan dapat memberikan kontribusi langkah strategis manajemen tersebut. Ini merupakan bagian dari aksi korporasi yang ditujukan juga untuk penigkatan kinerja dan perbaikan pelayanan,” tegas Maryono.

Sejak pertama kali beroperasi pada akhir tahun 2010, saat ini jumlah kantor layanan BTN Prioritas telah mencapai 30 outlet. BTN Prioritas juga telah menjadi kepanjangan tangan Pemerintah dalam penjualan baik ORI, Sukuk maupun SBR. Sudah cukup banyak merchant yang bekerjasama dengan BTN Prioritas. Dengan kerja sama merchant-merchant tersebut diharapkan akan menambah kelengkapan fasilitas layanan lebih yang dapat diberikan kepada nasabah BTN Prioritas.

Berdasarkan kinerja perusahaan triwulan III/2014, BTN membukukan aset sebesar Rp142,428 triliun, Kredit dan Pembiayaan Rp110,538 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp101,842 triliun. Pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga Bank BTN triwulan III 2014 melebihi rata-rata industri.

Bank BTN didukung oleh 849 kantor layanan (konvensional dan syariah) dan 3 Regional Office, ditambah oleh 2.951 outlet Kantor Pos Online. Perseroan juga telah memiliki 1.830 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia dan lebih dari 50.000 ATM yang terkoneksi dengan jaringan ATM Link, Bersama dan Prima. Bank BTN juga telah dilengkapi dengan layanan prioritas di 29 kantor yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. [kam]