MAPI Siap Lunasi Obligasi dan Sukuk

Selasa, 11/11/2014

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran obligasi dan sukuk ijarah,”Kami telah merencanakan melakukan pembayaran penuh untuk sukuk ijarah Mitra Adiperkasa I tahun 2009 seri B dan obligasi Mitra Adiperkasa I tahun 2009 dengan suku bunga tetap seri B,”kata Sekretaris Perusahaan PT Mitra Adiperkasa Tbk, Fetty Kwartati dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, perseroan akan melakukan pembayaran obligasi dan sukuk ijarah kepada para pemegang saham obligasi dan suku ijarah yang akan jatuh tempo pada tanggal 16 Desember 2014. Lebih lanjut, Fetty menyebutkan perseroan akan membayarkan sukuk ijarah Mitra Adiperkasa I tahun 2009 seri B senilai Rp 39 miliar dan obligasi Mitra Adiperkasa I tahun 2009 sebesar Rp 30 miliar,”Kami akan bayarkan sukuk ijarah Mitra Adiperkasa I tahun 2009 seri B dan obligasi Mitra Adiperkasa I tahun 2009 dengan menggunakan dana kas internal kami sendiri,”ujarnya.

Pada kuatal tiga, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 8,66 triliun, naik 25% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 6,92 triliun. Lalu, beban pokok pendapatannya meningkat 34% menjadi Rp 4,7 triliun dari sebelumnya Rp 3,5 triliun. Sehingga, porsi beban pokok terhadap pendapatan perseroan untuk kuartal III-2014 dan kuartal III-2014 masing-masing sebesar 54% dan 50%.

Meski ada kenaikan porsi, laba kotor MAPI masih tumbuh positif. Laba kotor MAPI tercatat sebesar Rp 3,97 triliun, naik 16% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 3,42 triliun. Namun, ada kenaikan cukup signifikan pada pos beban penjualan, beban umum, dan beban keuangan. Beban penjualan MAPI kuartal III-2014 sebesar Rp 3,07 triliun, naik 23% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 2,5 triliun.

Akibatnya, laba bersih MAPI tergerus 51% menjadi Rp 111,18 miliar. Laba bersih per saham MAPI juga mengalami penurunan menjadi Rp 67 per saham dari sebelumnya Rp 137 per saham. Dengan penurunan ini, marjin laba bersih MAPI pun akhirnya terkikis menjadi 1,2% dari sebelumnya 3,4%.(bani)