Pembangunan Jaya Ancol Ekspansi Ke Bali - Dongkrak Pendapatan

NERACA

Jakarta – Seiring dengan pesatnya persaingan industri rekreasi dan terbatasnya lahan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) berencana mengembangkan ekspansi bisnisnya di luar Jakarta, yaitu di Jimbaran Bali dengan luas lahan 200 hektar. Nantinya, pembangunan rekreasi tersebut akan mix used dengan pembangunan properti.

Kata Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Gatot Setyowaluyo, ekspansi bisnis rekreasi di Bali akan dilakukan pada tahun depan. Saat ini, rencana tersebut masih dalam kajian,”Pengembangan bisnis di Bali akan menggandeng perusahaan swasta, namun belum bisa dibicarakan secara detail karena masih dalam kajian,”ungkapnya di Jakarta, Senin (10/11).

Dirinya menjelaskan, untuk pembangunan rekreasi di Bali akan menggunakan dana internal perseroan dan saat ini tengah menunggu proses izin penggunaan hak paten atau intelektual private untuk memilih wahana yang akan dipakai, apakah Universal Studio atau wahana yang ada di Disneyland Amerika. Sayangnya, Gatot belum mau menyebutkan nilai investasi pengembangan proyek rekreasi dan wisata di Bali.

Tahun depan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1,2 triliun. Dimana belanja modal tersebut akan digunakan untuk penambahan wahana baru dan pembiayaan bisnis properti sebesar Rp 400 miliar dan sisanya untuk reklamasi Dufan Ocean. Untuk tahun depan, penjualan ditargetkan sebesar Rp 1,3 triliun dan properti ditargetkan sebesar Rp 400 miliar, “Bisnis properti tahun ini belum bisa dihitung, karena masih tahap pembangunan. Namun baru bisa dimasukkan pada tahun depan,”kata Gatot.

Kemudian ditutupnya wahana Sea World yang tersandung masalah hukum dengan pengelolanya, Gatot menegaskan, tidak akan mempengaruhi terhadap kinerja keuangan yang signifikan pada tahun 2015. Pasalnya, kontribusi wahana tersebut masih kecil terhadap pendapatan perseroan,”Kontribusi wahana Sea World hanya 1% sampai 2% terhadap pendapatan perseroan,”ungkapnya.

Meskipun demikian, kondisi ini diakui mengurangi pilihan pengunjung untuk menikmati wahana yang ada di Dufan. Soal kasus hukum, dirinya menegaskan akan terus melanjutkan. Alasannya, bila pengelolaan Sea World ditangani perseroan akan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan sebesar 10%.

Sementara Direktur Keuangan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Arif Nugroho menuturkan, pihaknya masih mengkaji rencana menaikkan tarif masuk ke Dufan terkait dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi oleh pemerintah,”Kita masih kaji rencana naikkan tarif masuk ke Dufan, karena masih memperhitungkan costnya dan tidak hanya dari sisi BBM, tetapi juga PLN dan upah buruh,”tandasnya.

Namun demikian, dia menyakini, tahun depan target pengunjung sebesar 18 juta orang dan target laba bersih tumbuh 22% serta pendapatan tumbuh 18% bisa tercapai seiring dengan penambahan wahana baru. Asal tahu saja, Pembangunan Jaya Ancol memiliki rencana strategis hingga tahun 2020. Diantaranya bakal mengembangkan sejumlah proyek yaitu apartemen Northland, Jaya Ancol Seafornt, Ocean Breeze dan Coasta Villa.

Diharapkan dengan pengembangan bisnis tersebut, dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dengan tumbuh sampai 17% per tahun dengan pertumbuhan laba bersih 27%. Sehingga pada tahun 2020, diharapkan pendapatan perusahaan mencapai Rp 3,7 triliun dengan laba bersih Rp 1 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

Proyek Pembangunan Jalan Cengkareng

Di wilayah Cengkareng terdapat proyek pembangunan jalan dekat mal Ramayana yang sangat meresahkan dan sudah hampir seminggu lamanya. Pada bagian…

Inovisi Infracom Belum Catatkan Pendapatan

NERACA Jakarta – Ancaman delisting terhadap PT Inovisi Infracom Tbk (INVS) membuat kekhawatiran sebagian investor yang dananya terlanjut mengendap di…

Binakarya Jaya Abadi Serap 100% Dana IPO

PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA) telah menyerap 100% dari dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Saham IPO ZINC Oversubscribed 500 Kali

Kantungi dana segar hasil peawaran umum saham perdan atau initial public offering (IPO), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) menyiapkan…

Hotel dan Residensial Beri Kontribusi - Penjualan PP Properti Proyeksikan Tumbuh 60%

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal dua bulan lagi, PT PP Properti Tbk (PPRO) terus bergerilya untuk memenuhi…