Percantik Hunian dengan Desain Atap Pilihan

Sabtu, 15/11/2014

Atap hunian memanglah memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah hunian, tidak hanya sebagai pelindung dari panas atau pun hujan, lebih dari itu atap pun memiliki peranan yang sangat penting dalam mempercantik dan memperindah tampilan sebuah hunian. Selain fungsi, tampilan sebuah hunian pun sangatlah penting. Mendesain atau menentukan model atap menjadi salah satu bagian yang penting sebelum kita membangun sebuah hunian.

Atap sebuah hunian memanglah sangat beragam desainnya, selain itu setiap desain pun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Selain desain, bahan sebuah atap pun sangatlah beraneka ragam, dari mulai tanah liat hingga besi. Konstruksi atau struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Beberapa bentuk desain atap rumah yang dapat digunakan sebagai referensi ketika kita akan membangun rumah, antara lain:

Bentuk Atap Pelana

Atap ini merupakan bentuk atap rumah yang dianggap paling aman karena pemeliharaannya mudah dalam hal mendeteksi apabila terjadi kebocoran. Atap pelana terdiri atas dua bidang miring yang ujung atasnya bertemu pada satu garis lurus yang biasa kita sebut bubungan. Sudut kemiringan antara 30 sampai 45 derajat.

Bentuk Atap Perisai (Limasan)

Bentuk atap ini penyempurnaan dari bentuk atap pelana, yang terdiri atas dua bidang atap miring yang berbentuk trapezium. Dua bidang atapnya berbentuk segi tiga dengan kemiringan yang biasanya sama.

Bentuk Atap Kombinasi Pelana dan Perisai

Bentuk atap ini adalah kombinasi atau gabungan dari atap jenis pelana dan perisai (limasan). Ada yang juga menyebut jenis atap ini sebagai atap tenda patah atau atap joglo.

Bentuk Atap Datar

Modelnya bidang datar memanjang horizontal biasanya dipakai untuk atap teras. Atau bahkan digunakan untuk membuat taman di atas rumah. Atap bentuk ini paling susah perawatannya terutama dalam masalah mendeteksi kebocoran. Yang perlu diperhatikan dalam merencana atap ini adalah memperhitungkan ruang sirkulasi udara di bawahnya supaya suhu ruangan tidak terlalu panas.

Bentuk Atap Sandar

Atap sandar atau yang biasa disebut atap tempel karena bagian tepi atasnya berandar atau menempel pada dinding bangunan (kantilever). Bangunan dengan atap rumah sandar umumnya adalah atap pada bangunan tambahan.

Jenis Dan Bahan Penutup Atap

Ada sejumlah bahan dan jenis yang biasanya digunakan untuk material penutup atap rumah. Dalam memilih berbagai jenis material penutup atap, sebaiknya disesuaikan dengan fungsi, desain rumah, serta kondisi Kita. Bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menutup atap itu antara lain Genteng, Genteng adalah salah satu jenis atap berbahan baku tanah liat, beton, metal atau seng, serat fiber semen atau asbes, kaca.

Selain genteng, Sirap juga salah satu bahan yang sering digunakan untuk atap rumah. Sirap ialah papan kayu dengan ukuran tertentu yang ditata sedemikian rupa sehingga atap rumah dapat berfungsi dengan baik, atap sirap ini mampu menyerap panas matahari dengan baik sehingga membuat rumah menjadi sejuk untuk dihuni, jenis kayu yang baik untuk digunaka sebagai atap sirap adalah kayu ulin. Selain itu ada Rumbia, Ijuk, Genteng Aspal, Beton Bertulang, Polycarbonate, PVC, Aluminium, Seng (Metal Bergelombang).