Sharp Hadirkan AC R-32

Dengan perkembangan teknologi yang ada sekarang, banyak perusahaan di dunia masih menggunakan Bahan Perusak Ozon (BPO) sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam produk-produk mereka seperti chlorofluorocarbons (CFC) dan hydrochlorofluorocarbon (HCFC) yang digunakan sebagai pendingin pada produk lemari es dan AC, Halon yang digunakan untuk pemadam kebakaran, Carbon Tetrachloride yang digunakan sebagai pelarut , bahan pembersih dan beberapa yang zat lainnya.

Guna menekan penggunaaan Bahan Perusak Ozon (BPO) di Indonesia, Menteri Peridustrian Republik Indonesia mengeluarkan peraturan Nomor : 41/M-IND/PER/5/2014 tentang Pelarangan penggunaan hydrochlorofluorocarbon (HCFC) yang merupakan senyawa kimia yang berpotensi dapat merusak molekul ozon di lapisan stratosfer. Peraturan ini dikeluarkan berdasarkan ketentuan Konvensi Wina dan Protokol Montreal bahwa Negara berkembang wajib melaksanakan penghapusan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) secara bertahap sampai batas waktu tertentu.

Sebagai perusahaan yang peduli lingkungan, Sharp memiliki tekad untuk berkontribusi kepada dunia melalui bisnis yang ramah lingkungan, sadar kesehatan, berfokus pada produk hemat energi dan juga mengembangkan produk penghasil energi.

Berdasarkan tekad tersebut, Sharp menyambut baik himbauan pemerintah Indonesia untuk mengganti bahan pendingin AC nya dari Chlorodifluoromethane atau hydrochlorofluorocarbon(HCFC-22) atau R-22 menjadi Difluoromethane (HFC-32) atau R-32 yang merupakan senyawa organic yang ramah lingkungan hingga lebih aman bagi Ozon (O3).

“Kami menyambut baik himbauan pemerintah mengenai hal ini, sesuai dengan tekad Sharp yang ingin selalu berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, kami akan terus memproduksi dan melengkapi produk-produknya dengan teknologi yang berkualitas dan berbahan ramah lingkungan”, ungkap Takaya Wakasumi selaku Sales, Customer Satisfaction and Branding Director.

Kelebihan dari R-32 selain tidak memiliki potensi untuk merusak ozon (O3), R-32 pun memiliki angka yang lebih kecil untuk penyebab pemanasan global, hanya 1/3 dibandingkan R-22. R-32 memiliki karakteristik tekanan yang lebih besar dibanding R-22 (hampir 1.7 kali lebih besar). “Oleh karena itu kami sangat menyarankan kepada konsumen kami untuk menggunakan pipa berkualitas baik dengan ketebalan minimal 0.66 mm agar terhindar dari resiko kebocoran. Kami akan mulai memasarkan AC dengan pendingin R-32 di awal Desember 2014, dan akan mulai melengkapi full line-up nya sampai 33 unit di awal tahun 2015 nanti”. Jelas Herdiana Anita Pisceria selaku Product Planning Division General Manager.

Mulai 1 Januari 2015 HCFC jenis HCFC-22 (R-22) dan HCFC-141b akan dilarang penggunaannya di negara-negara berkembang dan diganti dengan HFC-32 (R-32). Sedangkan di Negara-negara maju, pelarangan penggunaan R-22 sudah mulai dilakukan sejak tahun 1996 dan diperkirakan pada tahun 2030 sudah tidak ada lagi produk – produk pendingin udara yang masih menggunakan R-22 di rumah – rumah.

BERITA TERKAIT

Kioson Hadirkan Layanan Agen Kios-Pos

Perluas ekspansi bisnis, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) meluncurkan program kemitraan, Kios-Pos. Program tersebut…

Lagi, Sharp Rilis Televisi 4K dan Easy Smart - Duduki Posisi Nomor Satu

NERACA Jakarta - Berambisi menjadi leader market dalam pangsa pasar televisi di Indonesia, PT SHARP Electronics Indonesia konsisten terus melakukan…

Hadirkan 600 Investor, Bank Mandiri Gelar Forum Investasi

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk dan Mandiri Sekuritas menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2018…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Penyebaran Hoax Saat Pilkada Diklaim Sulit Dibasmi

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq menilai penyebaran berita-berita bohong dan palsu yang menjurus fitnah (hoax) dalam kontestasi Pilkada 2018 sulit…

Cara Agar Smartphone Lebih Awet

Smartphone telah menjadi barang yang wajib dimiliki oleh pengguna internet di berbagai usia. Karena dianggap sangat berharga, pengguna smartphone sedapat…

Ini Dia Vendor Smartphone Yang Bakal Produksi Ponse 5 G - Tahun Depan

Pabrikan Snapdragon, Qualcomm mengumumkan keikutsertaannya dalam teknologi jaringan 5G. Chipset Snapdragon X50 menjadi kapal bagi Qualcomm dalam meramaikan teknologi konektivitas…